Pages

Dongkrak APBD 2013

DPRD Tapteng mengapresiasi kerja keras Bupati dan jajarannya dalam mendongkrak peningkatan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Di mana APBD Tapteng TA 2013 naik sekitar 14,67 persen atau menjadi Rp809,51 miliar. Bahkan, sekitar Rp200 miliar di antaranya untuk pembangunan fisik.

KPU Tapteng Beri Kesempatan 16 Parpol Perbaiki Berkas

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapanuli Tengah memberikan kesempatan kepada 16 partai politik di daerah itu untuk melengkapi kekurangan berkas persyaratan untuk lolos sebagai peserta pemilu di daerah dari tanggal 27 November-3 Desember 2012.

10 Kelompok Nelayan Dapat Bantuan Rp1 Miliar

Pemko Sibolga melalui Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan (DKKP), mengucurkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar untuk nelayan. Dana dari Program Pengembangan Usaha Minat Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap KKP RI itu diserahkan kepada 10 kelompok nelayan.

Berikan Bingkisan Pada Bayi Kembar

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Delmeria H Syarfi Hutauruk bersama rombongan memberikan bingkisan kepada orang tua bayi kembar empat pasangan Herman Druhu dan Karianti Laia, rabu (28/11) di RSU Sibolga. “Pemberian bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian Tim Penggerak PKK Kota Sibolga menjelang perayaan Natal TP PKK Sibolga yang akan di gelar,” kata Ketua TP PKK Kota Sibolga Ny Delmeria Syarfi Hutauruk.

Keluarga Curigai Oknum RS Pembunuh Wanda

Setelah terbukti dibunuh, pihak keluarga Wanda alias Sri Rahayu alias Nur Ainun br Panjaitan, angkat bicara terhadap kecurigaan mereka kepada seseorang. Menurut keluarga, oknum RS adalah orang yang layak dicurigai sebagai pelaku pembunuh janda cantik itu.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan dan Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan dan Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

Berikan Bingkisan Pada Bayi Kembar

SIBOLGA - Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Delmeria H Syarfi Hutauruk bersama rombongan memberikan bingkisan kepada orang tua bayi kembar empat pasangan Herman Druhu dan Karianti Laia, rabu (28/11) di RSU Sibolga. “Pemberian bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian Tim Penggerak PKK Kota Sibolga menjelang perayaan Natal TP PKK Sibolga yang akan di gelar,” kata Ketua TP PKK Kota Sibolga Ny Delmeria Syarfi Hutauruk.

Menurutnya Delmeria yang juga ketua umum panitia Natal TP PKK Sibolga,  bingkisan yang diberikan yakni berupa pakaian kepada ke mepat bayi kembar pasangan itu. “Kita peduli pada sesama masyarakat, terutama para wanita. Dengan bingkisan yang kita berikan ini tentunya akan dapat membantu orang tua bayi kembar empat ini,” ujar Delmeria.

Pada kesempatan itu, Delmeria juga mengharapkan agar orang tua bayi kembar empat itu dapat memberikan makanan dan minuman yang sehat, yang ber gizi kepada keempat bayi kembar itu. “Terutama pemberian ASI yang cukup kepada keempatnya, sebab kandungan ASI sangat dibutuhkan bayi untuk perkembangan IQ dan badan bayi.

Jika memang tidak mampu memberikan ASI, dapat diganti dengan makanan dan minuman bergizi  yang tidak harus mahal,” tukas Delmeria seraya meminta orang tua keempat bayi kembar itu benar-benar memperhatikan kesehatan keempat bayinya.

Direktur RSU dr FL Tobing Sibolga drg Tunggul Sitanggang mengungkapkan, saat dilakukan USG, diketahui bahwa Karianti Laia memang hamil dan mengandung bayi kembar sebanyak 2 orang. “Namun saat melahirkan, justru kembar empat. Ini merupakan kuasa Tuhan kepada orang tuanya, sebab saat melahirkan langsung lahir normal, tanpa operasi bahkan kembar empat,” katanya.

Pada kesempatan itu, rombongan TP PKK Sibolga juga memberikan nama kepada empat bayi kembar itu yakni untuk nama yang paling sulung di berikan oleh Ny Charlie Sinambela dan Ny DT Tamba dengan nama Helena, sedangkan untuk anak kembar nomor dua di berikan nama Ester oleh Ny Tunggul Sitanggang.

Sedangkan untuk anak kembar nomor tiga, dinamai Asbella oleh Ny Benjamin Tarigan dan si kembar paling bungsu dinamai Ria Mariana oleh ketua TP PKK Sibolga Ny Delmeria Syarfi Hutauruk.(MS)

Salmon: Guru Tombak Utama Dalam Pendidikan

SIBOLGA | Tanggal 25 Nopember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, dimana tahun ini dirayakan di Kota Sibolga pada hari Senin (26/11) di lapangan Simare-mare dan di Sasana Gupala sebagai malam keakraban guru se-Kota Sibolga.

Hari ulang tahun Guru Nasional ke-19 dan HUT PGRI Ke-67 setiap tahunnya dilakukan upacara penaikan bendera dan juga acara hari guru di sekolah-sekolah masing-masing sebagai wujud menghargai sosok guru dan pendidik yang tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan, membimbing, menilai dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan di dalam ruang kelas maupun di luar kelas.

Sosok guru yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan yang dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang memiliki akhlak, pengetahuan, sikap dan keterampilan merupakan pekerjaan yang mulia dalam memajukan pendidikan. Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Indonesia (GP TENDIK) Kota Sibolga kepada RAKYAT di Sibolga, Minggu (25/11) dalam rangka hari Guru ke-19.

“Kita harus menyadari, bahwa keberadaan kita saat ini, baik sebagai Pegawai Negeri Sipil, ada yang menjadi pendidik, pejabat, anggota dewan atau apapun pekerjaan kita saat ini  tidak terlepas dari bimbingan dan kasih sayang guru yang telah mengajari kita, sehingga kita bisa membaca dan menulis dan mendapatkan yang kita harapkan,” ujar Tambunan.

Menurutnya, kendati kesejahtraan guru sudah sangat baik saat ini, tidak hanya guru sebagai pegawai negeri, pemerintah juga memperhatikan nasib guru swasta dengan diikut sertakan sebagai guru profesional (sertifikasi guru), namun pesan dari tema guru tahun ini perlu dipacu saat ini bagaimana meningkatkan kompetensi guru meliputi kompetensi Pedagogik (ilmu mendidik), kompetensi profesional (penguasaan akan materi pelajaran yang diampuh), kompetensi sosial (bagaimana tindak tanduk guru di lingkungan kerjanya dan di tengah-tengah masyarakat) dan kompetensi kepribadian (bagaimana sosok guru dicintai anak didiknya dan di masyarakat).

“Hari Guru Nasional tahun ini mengambil tema, yaitu memacu profesionalisme guru melalui peningkatakan kompetensi dan penegakan kode etik guru perlu kita sadari bahwa permasalahan pendidikan dewasa ini tidak terlepas dari usaha para pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa. Usaha yang dapat kita lakukan saat ini adalah memacu profesionalisme guru agar kompetensi (keterapilan, pengetahuan, sikap) dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Pertanyaan, “Bagaimana meningkatkan profesionalisme guru? Usaha yang dapat dilakukan Pemerintah terutama di Kota Sibolga adalah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan para pendidik seperti contoh, seminar, workshop, pelatihan dan penelitian dan pengembangan agar guru dapat meningkatkan kompetensinya. Dengan meningkatnya kompetensi para pendidik, maka anak didik akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Disamping itu, kata Salmon, juga peranan organsisasi profesi seperti GP TENDIK, PGRI, HIMPAUDI, ASOSIASI PENGAWAS, IGTKI atau lembaga yang berkecimpung dalam peningkatan mutu pendidikan dapat terjalin kerjasama yang baik, karena tujuan dari organisasi ini disamping untuk memperjuangkan guru dan sekaligus meningkatkan kompetensi dan kode etik sebagai guru atau pendidik.

“Guru juga harus mendapatkan perlindungan dari organisasi profesi dan penegak hukum agar guru tidak sedikit-sedikit selalu berurusan dengan hukum hanya gara-gara dicubit, atau dihukum karena kelalaian dari anak didik. Seperti yang pernah disampaikan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, bahwa guru diperbolehkan memberikan hukuman asal tidak berlebihan. Kalau organisasi lain selalu kompak membela anggotanya, kenapa kita organisasi profesi dan para guru  yang ada, tidak berani  dan tidak kompak untuk membela guru yang terzolimi oleh oknum-oknum tertentu, karena dalam hati guru yang paling dalam tujuannya adalah bagaimana agar anak didiknya memiliki disiplin, akhlak, budi pekerti, keterampilan dan pengetahuan dan kelak dapat digunakan untuk meraih cita dan impian anak didik,” ucapnya.

Menurutnya lagi, Para orang tua juga diharapkan agar arif dan bijaksana dalam mendengarkan keluhan dari anaknya. “Jangan terus berurusan dengan hukum jauh lebih arif dan bijaksana diselesaikan secara kekeluargaan, karena guru itu juga manusia sama halnya dengan para orang tua terkadang marah di rumah dengan anak-anaknya demikian juga dengan guru,” pungkasnya. (RT)

Jumat, 09 Maret 2012

Berbenah, RSUD Pandan Tambah 4 Dokter Spesialis

PANDAN-Untuk meningkatkan pelayanan medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan terus melakukan pembenahan. Kalau sebelumnya hanya memiliki 5 orang dokter spesialis, kini rumah sakit yang dipimpin Dr Rikardo Situmeang tersebut menambah 4 dokter spesialis.

Mereka yakni dr Yonatan Noldy Lukas sebagai dokter Residen Bedah, dr E Heriawati Sitepu dokter Residen Penyakit Kulit dan Kelamin, dr Yuswita Santi Siregar dokter Residen Penyakit Dalam, dan dr Meity Elvina dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan.

“Sebelumnya hanya ada 5 dokter spesialis, yakni dr Linda Stella Tarigan dokter Residen spesialis Patologi Klinik, dr Arif Simatupang SpS dokter spesialis saraf, dr Januar HM Sitorus SpM dokter spesialis mata, dr Vivera SpP dokter spesialis penyakit paru, dan dr Syaifuddin Lubis SpR dokter spesialis radiologi. Sekarang jadi 9 setelah kita tambah 4,” bilang Direktur RSUD Pandan, dr Rikardo Situmeang, Selasa (6/3).

dr Ricardo Situmeang mengatakan, kedatangan para dokter ini merupakan buah kerjasama antara Pemkab Tapteng dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta. “Sebagai upaya untuk meningkatkan tenaga medis dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kita menambah 4 tenaga dokter. Ini melengkapi dokter-dokter spesialis yang selama ini sudah kita miliki,” kata dokter yang bakal maju dalam Pemilukada Taput mendatang.

Ditambahkannya, kehadiran tenaga ahli dokter dibidang Bedah Tulang, diharapkan akan dapat menangani pasien yang bersifat gawat darurat semisal patah maupun retak tulang akibat kecelakaan ataupun pada kasus penganiayaan. Sementara kehadiran tenaga dokter ahli di bidang kandungan dan kebidanan nantinya akan dapat semakin meningkatkan pelayanan RSUD Pandan terhadap para warga yang tengah mengandung maupun yang akan melahirkan, baik secara normal maupun dengan bantuan operasi Caesar.

“Sementara tenaga ahli dokter di bidang penyakit dalam merupakan tenaga ahli yang selama ini kita nantikan kehadirannya. Karena selama ini, penanganan berbagai penyakit dalam seperti darah tinggi, serangan jantung, diabetes mellitus atau kencing manis dan lain sebagainya tidak mampu kita layani hingga terpaksa kita rujuk ke rumah sakit lain. Padahal penderita penyakit dalam ini cenderung sangat banyak ditemukan atau diderita oleh masyarakat Tapteng. Dengan hadirnya dr Yuswita Santi Siregar sebagai dokter penyakit dalam, kita berharap para pasien penyakit ini akan bisa kita layani semaksimal mungkin,” tuturnya.

Sedangkan terkait kehadiran dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin, dikatakannya akan sangat menguntungkan. Sebab, dengan adanya dokter tersebut maka RSUD Pandan sudah bisa membuka Klinik Pencegahan HIV AIDS.

“Dengan banyaknya penyebaran lokasi-lokasi yang disinyalir menyimpan pekerja seks komersial (PSK) di Tapteng, kita khawatir penyakit HIV maupun AIDS akan banyak menular. Selama ini kita tidak mampu berbuat banyak untuk memeriksa kesehatan para PSK ataupun para pelayan kafe minuman keras dikarenakan kita tidak memiliki dokter tenaga ahli. Datangnya dokter spesialis kulit dan kelamin ini akan memudahkan kita untuk memeriksa mereka sekaligus mencegah penyebaran penyakit HIV AIDS di Tapteng. Semoga dengan kehadiran para dokter spesialis yang baru ini akan dapat meningkatkan pelayanan kami terhadap berbagai penyakit yang diderita masyarakat di Tapteng,” pungkasnya.(MS)

Rabu, 09 Juni 2010

MGMP Memotivasi Guru Lebih Terampil

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sibolga menggelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMA/MA, selama tiga hari dimulai, Rabu (9/6) hingga Jumat (11/6), di aula SMAN 1 Sibolga Jalan S Siswomoharjo Nomor 1 Sibolga. Kegiatan itu bertujuan untuk motivasi guru agar lebih mampu & terampil.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sibolga Drs Rustam Manalu, dalam sambutannya, berharap melalui kegiatan MGMP, setiap guru dapat terus mengasah kemampuan profesionalnya guna mengimbangi berbagai tuntutan perubahan pendidikan yang terjadi, serta meningkatkan mutu kompetensi profesionalisme guru. "Sebagaimana kita ketahui, MGMP merupakan suatu forum atau wadah profesional guru mata pelajaran tertentu dan bertujuan untuk memotivasi guru guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan membuat evaluasi program pembelajaran dalam rangka meningkatkan keyakinan diri sebagai guru professional serta mampu menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)," katanya.

Menurut dia, kemampuan dan kemahiran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang diterapkan di masing–masing sekolah, akan mampu meningkatkan pemerataan mutu pendidikan bagi setiap murid. Sehingga berproses pada reorientasi pembelajaran yang lebih efektif. "Untuk itu, saya meminta agar seluruh peserta MGMP serius mengikutinya. Sehingga mutu pendidikan di Kota Sibolga makin baik dan lebih maju," tukasnya, sembari menambahkan bahwa dalam waktu dekat Disdik Propinsi Sumatera Utara telah membuat suatu program bagi guru yakni ‘One teacher, One Laptop’ guna peningkatan mutu pendidikan melalui teknologi.

Sebelumnya, Ketua Panitia MGMP Milson Pane, dalam laporannya mengatakan, tujuan digelarnya MGMP bagi guru–guru adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuwantitas pendidikan saat dilangsungkannya proses belajar mengajar di setiap sekolah. Sehingga anak didik mampu memahami dan mengikuti setiap mata pelajaran yang diajarkan oleh para guru. "Kegiatan ini berlangsung tiga hari dan diikuti 61 guru, masing–masing guru kimia sebanyak 20 orang, Guru Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) sebanyak 20 orang dan Guru IPS sebanyak 21 orang," ujar Milson dalam laporannya.

Sebagai narasumber dalam kegiatan MGMP itu, Kadisdik Sibolga Drs Rustam Manalu, K Hasugian, Milson Pane dan Rudolf S Butarbutar. Sementara materi yang disajikan meliputi, kebijakan program dan strategi pembinaan Disdik Kota Sibolga, Pengembangan perangkat pembelajaran, Penilaian dan penentuan kriteria ketuntasan minimal (KKM), Remedial dan pengayaan, serta praktek pembuatan perangkat pembelajaran. (metrosiantar.com)

83 Peserta Ujian Nasional Dari Paket A, B dan C

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sibolga pada 22 Juni hingga 1 Juli 2010 mendatang akan menggelar Ujian Nasional (UN) paket A setara SD, paket, B setara SMP dan paket C setara SMA. Jumlah peserta seluruhnya 83 orang.

"Jumlah keseluruhan yang akan mengikuti sebanyak 83 orang, masing–masing untuk paket A sebanyak 8 orang dan paket B sebanyak 26 orang dengan lokasi ujian dilangsungkan di gedung SDN 084087 Jalan Tuanku Dorong Hutagalung tepatnya di depan kantor Disdik Kota Sibolga. Sedangkan paket C sebanyak 49 orang dengan lokasi ujian di gedung SMAN 1 Sibolga," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sibolga Rustam Manalu, didampingi Kabid Pendidikan Luar Sekolah Dra Malem Ukur, kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (9/6).

Dijelaskan Rustam, sesuai jadwal ujian untuk paket A dilaksanakan selama 3 hari dimulai Selasa (29/6), dengan mata pelajaran yang diujikan Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS, Rabu (30/6) adalah mata pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia, Kamis (1/7) adalah mata pelajaran matematika. Untuk paket B, pada hari Selasa (29/6) mata pelajaran yang diujikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Matematika, Rabu (30/6) adalah mata pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia, Kamis (1/7) adalah mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA.

Sedangkan untuk paket C, sambung Rustam, akan digelar selama 4 hari yang dimulai pada hari Selasa (22/6) dengan mata pelajaran yang diujikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Inggris, Rabu (23/6) mata pelajaran Sosiologi dan Geografis, Kamis (24/6) mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Ekonomi. Sementara Jumat (25/6) hanya mata pelajaran Matematika.

Dikatakan Rustam, seluruh siswa paket A, B dan C yang akan mengikuti ujian telah mendapat pembelajaran dari Disdik kota Sibolga yang dilaksanakan tiga kali dalam satu minggu dengan system Prosedur Operasional Standard (POS). "Saat ujian digelar, seluruh siswa memakai baju biasa dan rapi. Bahkan, pelaksanaan UN Paket A,B dan C di Kota Sibolga akan dilaksanakan dua gelombang dalam satu tahun ini. Untuk gelombang pertama digelar bulan Juni dan gelombang kedua digelar bulan Nopember," tukas Rustam Manalu.

Dia menegaskan, setiap siswa yang lulus lewat jalur paket A,B dan C, legalitasnya diakui pemerintah dan sama dengan tamatan sekolah yang biasa dan tidak ada bedanya. "Bahkan ijazah paket A,B dan C ini dapat dipergunakan untuk melamar kerja, baik dan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal itu ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) RI No.14 Tahun 2007 tentang Standar isi untuk program paket A, B dan C," ujar Rustam, sembari meminta agar seluruh siswa yang akan mengikuti ujian mempersiapkan diri dan belajar di rumah. (metrosiantar.com)

14 Perawat Puskesmas Pelabuhan Sambas Ikut Pelatihan

Mampu Cepat & Tepat Beri Pelayanan Kesehatan

Untuk penguatan dan revitalisasi program pelayanan kesehatan masyarakat (Perkesmas) di Kota Sibolga menggelar pelatihan bagi perawat penyelia kabupaten/kota. Kegiatan itu merupakan tindaklanjut pelatihan dari Provinsi Sumatera Utara yang telah dilaksanakan di Medan pada 13-16 Maret. Maka Dinas Kesehatan Kota Sibolga, melakukan pelatihan terhadap 14 tenaga medis, khususnya yang berpendidikan D-3 Keperawatan yang bertugas di Puskesmas Pelabuhan Sambas Kecamatan Sibolga Sambas, Selasa (8/6).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga M Yusuf Batubara SKM, melalui Kepala Puskesmas Pelabuhan Sambas Sibolga Sahat P Hutajulu SKM, kepada METRO di ruang kerjanya mengatakan, tujuan pelatihan yang diberikan kepada 14 tenaga medis (perawat) tersebut untuk memberikan pelatihan sebelum mereka terjun ke lapangan. Pelatihan itu bertujuan agar mereka saat berada di lapangan mampu bekerja cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai program Dinas Kesehatan.

Dalam program ini kata dia, petugas mesdis akan langsung mengunjungi keluarga yang mempunyai masalah kesehatan. "Seperti kita ketahui bahwa sekarang ini banyak masyarakat yang tidak mau datang ke Puskesmas maupun rumah sakit untuk memeriksakan keadaan penyakitnya dengan berbagai alasan. Jadi, dengan adanya kunjungan para perawat yang telah terlatih tersebut, kita nantinya sudah dapat mengetahui apa penyakit yang dideritanya, jika penyaklit tersebut penyakit menular, kita sudah dapat mengantisipasi secara dini agar penyakit tersebut tidak menyular kepada orang lain," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Sahat, tujuan Perkesmas adalah meningkatnya kamandirian individu, keluarga, kelompok (masyarakat) untuk mengatasi masalah kesehatan atau keperawatannya. Sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Dikatakan dia, merujuk surat Departemen Kesehatan Nomor YM. 01.11/IV.1/0546/2010, tertanggal 16 April 2010 yang ditanda-tangani Dirjen Bina Yanmedik Kementerian Kesehatan Suhartati SKep MKes, para tenaga yang telah dilatih tersebut akan melaksanakan kegiatan di luar gedung yakni Pembinaan keluarga (termasuk individu dalam konteks keluarga). Di antaranya, lanjut dia, pendataan keluarga rawan (rentan) kesehatan, penemuan kasus dini pada keluarga, pemberian keperawatan di keluarga, pemberian pendidikan kesehatan, konseling keperawatan, pemantauan keteraturan berobat, pengendalian infeksi di keluarga, rujukan kasus (masalah kesehatan) kepada tenaga kesehatan lain di puskesmas, dan dokumentasi keperawatan keluarga.

Sedangkan pembinaan yang akan dilakukan terhadap masyarakat, sebut Sahat yakni, penemuan kasus baru di masyarakat, pemberi asuhan keperawatan masyarakat dengan menerapkan model desa binaan, advokasi kepada tokoh masyarakat setempat serta pejabat yang terkait dalam rangka pengentasan masalah kesehatan.

Dikatakan dia, satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara yang sudah melakukan pelatihan Perkesmas adalah Dinas Kesehatan Kota Sibolga. "Jadi, sesuai informasi dari Staf Dirjen Bina Yanmedik Kementerian Kesehatan Ibu Maya Ratna Sari SKep, Kementerian Kesehatan RI akan melakukan peninjauan Perkesmas ini ke Kota Sibolga antara bulan Juli–Agustus 2010 mendatang," kata Sahat yakin. (metrosiantar.com)

Selasa, 08 Juni 2010

Di Tapteng, 4 Siswa Tak Lulus UN Ulangan

Pengumuman hasil ujian nasional (UN) Ulangan tingkat SMA/Sederajat yang dijadwalkan pada 8 Juni, telah diumumkan 31 Mei 2010. Dari 103 siswa SMA sederajat di Kabupaten Tapteng yang mengikuti UN Ulangan mulai 10 sampai 14 Mei 2010 lalu, empat di antaranya dinyatakan tidak lulus. Sementara di Kota Sibolga, para pesertanya lulus 100 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng Drs Marhite Rumapea didampingi Kabid SMP, SMA, dan PT, Drs Klosse Harahap kepada METRO di ruang kerjanya di Pandan, Senin (7/6) mengatakan, pihaknya sudah menerima pengumuman hasil UN Ulangan yang dimajukan pada Senin (31/5) lalu.

"Dari 103 jumlah total siswa dengan rincian, sebanyak 77 siswa SMK yang mengikuti UN Ulangan, empat siswa diantaranya tidak lulus, sedangkan 11 siswa SMA dan 15 siswa MA yang mengikuti UN Ulangan dinyatakan lulus seluruhnya," katanya. Dikatakan Rumapea, bagi empat siswa SMA di Kabupaten Tapteng yang tidak lulus usai mengikuti UN Ulangan akan disarankan untuk mengikuti ujian paket C yang akan dilaksanakan akhir Juni mendatang.

Menurutnya, alasan utama dipercepatnya jadwal pengumuman hasil UN Ulangan bagi siswa SMA sederajat, karena semakin dekatnya jadwal seleksi nasional masuk perguruan tinggi negei (SNMPTN).

"Sebab pada tanggal 12 Juni merupakan hari pendaftaran terakhir SNMPTN, sehingga dikhawatirkan tidak semua bisa memanfaatkan kesempatan itu," ujar Rumapea.

Sementara pengumuman hasil UN Ulangan SMP, Kepala Dinas Pendidikan Tapteng mengatakan, kemungkinan akan dilaksanakan minggu ketiga Juni. "Pada dasarnya pengumuman hasil UN Ulangan untuk SMP belum dapat dipastikan, akan tetapi karena jadwal UN Ulangan SMA dipercepat, maka kemungkinan besar jadwal untuk SMP juga akan dipercepat dan kemungkinan minggu ketiga Juni ini, supaya para siswa tersebut sempat mendaftar ke tingkat SMA," terangnya.

Di Sibolga Lulus 100 Persen


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Sibolga Drs Rustam Manalu mengungkapkan, setelah mengikuti UN Ulangan yang dilaksanakan belum lama ini, akhirnya seluruh siswa SMA/MA dan SMK negeri dan swasta di Kota Sibolga tahun ini berhasil lulus seratus persen.

"Kelulusan seratus persen ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan bagi Kota Sibolga terutama dalam peningkatan mutu pendidikan. Untunglah para siswa yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus UN diberi kesempatan untuk mengikuti UN Ulangan, sehingga dapat meraih kelulusan," sebut Rustam Manalu didampingi Kabid Dikjar Disdik Sibolga Porman Bakaraketua yang juga selaku pelaksana UN Sibolga kepada METRO, Senin (7/6) di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengumuman kelulusan siswa SMA/MA dan SMK yang mengikuti UN Ulangan diperoleh pada 1 Juni 2010 kemarin melalui fax langsung dari Disdik Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Selanjutnya Disdik Sibolga langsung mengumumkan kelulusan tersebut dan menyurati para orang tua siswa untuk mengambil hasil pengumuman di sekolah masing-masing.

Sebagaimana diketahui, lanjut Rustam, persentase siswa SMA/MA sebelumnya yang lulus UN adalah 99,72 persen, dan SMK sebesar 92,41 persen, akan tetapi para siswa yang dinyatakan sebelumnya tidak lulus UN dan setelah mengikuti UN Ulangan, kembali angka kelulusan siswa SMA/MA dan SMK di Sibolga menjadi 100 persen.

"Syukurlah angka kelulusan siswa SMA sederajat di Kota Sibolga, akhirnya mencapai seratus persen," ungkapnya.

Porman Bakara menambahkan, jumlah siswa SMA/MA yang mengikuti UN Ulangan adalah sebanyak 4 orang masing-masing berasal dari SMA PGRI 14 sebanyak 2 orang dan SMA Negeri 2 sebanyak 2 orang. Selanjutnya, siswa SMK yang mengikuti UN Ulangan meliputi, SMK Negeri 1 (2 orang), SMK Negeri 2 (5 orang), SMK swasta PGRI (22 orang), SMK Negeri 1 Sibolga/Tapteng (12 orang), SMK swasta Muhammadiah 13 (5 orang), dan SMK swasta HKBP (1 orang).

Rustam Manalu berharap, prestasi kelulusan siswa 100 persen tersebut dapat dipertahankan pada tahun mendatang. Untuk itu, pihaknya selaku pengelola pendidikan di Sibolga akan berupaya maksimal dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di daerah setempat, di antaranya melaksanakan beragam kegiatan yang yang nantinya dapat memacu semangat para siswa untuk meningkatkan prestasinya terlebih dalam menghadapi UN. (metrosiantar.com)

Masuk SD & SMP Gratis, Khusus SMA Tergantung Komite Sekolah

Bagi warga yang hendak mendaftarkan anaknya ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan SMPN atau yang disebut dengan pendaftaran siswa baru (PSB) tahun ajaran (TA) 2010-2011 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Drs Marhite Rumapea kepada METRO, di ruang kerjanya di Pandan, Senin (7/6). Marhite Rumapea menegaskan, bagi warga yang hendak mendaftarkan anak didik untuk masuk SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Tapteng, pihak sekolah tidak diperbolehkan membebani biaya pendaftaran. "Jika, ada yang mengutip uang pendaftaran bagi anak didik yang masuk ke SD dan SMP Negeri, maka dapat dilaporkan ke Dinas Pendidikan Tapteng di Pandan. Digratiskannya biaya pendaftaran bagi anak didik baru yang akan memasuki SD dan SMP Negeri, karena dana pendaftaran sudah diplot di dana BOS," terangnya.

Pada kesemapatan itu, Marhite Rumapea juga berharap kepada pihak sekolah untuk tidak memungut biaya pendaftaran kepada anak didik baru yang akan masuk SD dan SMP, karena biaya pendaftaran SD dan SMP sudah dianggarkan dalam dana BOS.

Sementara itu, pendaftaran untuk tingkat SMA Negeri dibebani biaya yang berpariasi, di mana jumlah biaya pendaftaran yang akan dibebankan kepada anak didik yang mendaftar tergantung kesepakatan Komite sekolah dengan orangtua siswa. "Meskipun biaya pendaftaran untuk anak didik yang akan masuk SD dan SMP digratiskan. Namun untuk tingkat SMA tetap dikenakan biaya administrasi. Menurut informasi yang kita peroleh biaya pendaftaran untuk tingkat SMA berpariasi, karena banyak biaya yang dikenakan tergantung hasil kesepatan komite sekolah dengan orang tua siswa," tandasnya. (metrosiantar.com)

Rabu, 26 Mei 2010

Perpustakaan SMPN 3 Nominasi Terbaik Sumut

Perpustakaan SMPN 3 Sibolga masuk nominasi Lomba Pemilihan Perpustakaan Terbaik Sumut tahun 2010. Tim Penilai telah berkunjung dan melakukan penilaian langsung terhadap perpustakaan tersebut, Sabtu (22/5) lalu di komplek sekolah.


Demikian dikatakan Kepala SMPN 3 Sibolga Muhammad Yazid SPd MAP, kepada METRO Rabu (26/5). Disebutkan kepala sekolah yang baru menyelesaikan S2-nya itu, perpustakaan di sekolahnya merupakan satu-satunya perpustakaan di Kota Sibolga yang dinilai Tim dari Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Propinsi Sumatera Utara. "Kita bangga atas penilaian yang yang dilakukan oleh Tim dari Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Propinsi Sumut," kata Yazid.


Dia menyebutkan, selain perpustakaan SMPN 3 Sibolga, juga ada beberapa perpustakaan lainnya di antaranya Perpustakaan Kejari Mandailing Natal (Madina) untuk kategori perpustakaan khusus, Perpustakaan STAIM Madina untuk kategori Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Ilmu Satahi Desa Sijungkang Timur Tapsel untuk kategori Perpustakaan Desa/kelurahan.


Menurut dia, hingga saat ini di perpustakaannya telah ada 4.000 eksemplar buku dan 1.750 judul buku yang terdiri dari sejumlah buku pelajaran, buku pengetahuan umum dan juga sejumlah buku ilmu pengetahuan yang dapat menambah referensi dalam menunjang kualitas pengetahuan para siswanya. "Buku-buku tersebut selain diperoleh dari bantuan pemerintah, juga ada bantuan dari sejumlah pemerhati pendidikan di Kota Sibolga, termasuk dari Bank Mandiri Sibolga dan juga lembaga-lembaga lain," beber Yazid, didampingi petugas perpustakaan M br Sihombing.


Selain itu, lanjut Yazid, sedikitnya 50 pengunjung perpustakaan yang datang dalam satu hari. Mereka yang datang itu adalah para siswa dan juga civitas akademika sekolah. (metrosiantar.com)

Minggu, 23 Mei 2010

Abednego: Saya Teriak Dulu Baru Ditangani

Seputar "Penelantaran" Pasien Korban Gigitan Anjing

Abednego Panjaitan alias Sukma (35), mengatakan, saat anaknya Elsa Panjaitan (5,5), korban gigitan anjing masuk Rumah Sakit Umum (RSU) Pandan, Tapteng, tidak seorang pun tenaga medis yang langsung memberikan pertolongan. Justru kata dia, setelah berteriak minta tolong, sekira 20 menit kemudian dokter datang.

"Saat kejadian itu, Elsa saya peluk di rumah sakit dengan kondisi banyak mengeluarkan darah," ujar Abednego, kepada METRO, Minggu (23/5). Dia juga mengaku, saat itu dirinya terpaksa marah setelah melihat kurangnya kesigapan petugas, lalu akhirnya anaknya ditangani dengan cara menjahit bekas gigitan anjing di kepala Elsa.

Ia menyayangkan, komentar Direktris RSU Pandan hanya bisa ‘membersihkan’ diri lewat media dan tidak mau mengakui kesalahannya. Menurut Abednego, yang dibutuhkan saat ini bukanlah sebatas membersihkan diri atau mencoba mengingkari kenyataan yang sebenarnya, terkait tidak profesionalnya pelayanan RSUD Pandan terhadap pasien. "Saya bingung dengan jawaban pihak RSUD Pandan seperti yang dilansir oleh media yang seakan-akan mencoba mengaburkan persoalan yang sebenarnya terjadi. Apa yang mau diklarifikasi, kenyataannya memang benar seperti itu bahwa pelayanan petugas kesehatan di RSUD Pandan lamban," ketus Abednego.

Abednego mengatakan, ia melihat kesannya pihak RSUD Pandan sudah memberikan perawatan dengan benar dan tepat, namun kenyataan tidaklah demikian. "Hal ini bukan hanya sekali dua kali saja terjadi, bahkan banyak pasien yang mengeluhkan pelayanan kesehatan yang diberikan pihak RSUD Pandan tersebut. Dan pelayanan perawatan kepada anak saya Elsa, juga mereka klaim sudah tepat waktu padahal tidak," tukasnya seraya mengatakan bahwa pernyataan yang diberikan pihak RSUD Pandan merupakan sebuah pembohongan.

Lebih lanjut dikatakan Abednego, anaknya terpaksa harus dirujuk ke RSU Sibolga dengan alasan peralatan di RSU Pandan tidak memadai. "Akhirnya kami membawa Elsa dengan menggunakan ambulans," sungat Abednego.

Dikatakan dia, ia saat itu juga sempat kesal saat hendak membawa Elsa ke RSU Sibolga, sebab supir ambulans juga bertingkah, dengan tidak kelihatan hampir 30 menit. Padahal, 2 unit mobil ambulans terlihat parkir di pelataran RSU Pandan. "Harus diakui secara jujur, pelayanan di RSU Pandan sudah sangat keterlaluan. Dan ini harus menjadi perhatian Bupati Tapanuli Tengah, agar kedepannya RSU milik Pemkab Tapteng tersebut bisa bersaing dengan rumah sakit lainnya," saran Abednego.

Menurut dia, yang dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan ini bukan hal jawab menjawab di media, tetapi bagimana caranya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal karena anggaran yang dipergunakan RSUD Pandan diambil dari keuangan daerah. "Itu yang paling penting untuk dilakukan, bukan memberikan jawaban seakan-akan bahwa pihak RSUD Pandan dalam memberikan perawatan sudah tepat. Sehingga dengan demikian, biaya yang tidak sedikit dikeluarkan untuk RSUD Pandan dapat dipertanggungjawabkan kinerjanya secara baik dan benar," tandasnya.

Sebelumnya, Direktris RSUD Pandan dr Masdiana Dolok Saribu MARS, mengatakan kritikan yang dilayangkan keluarga Elsa Panjaitan merupakan sebuah motivasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan (Yankes) di rumah sakit itu. Sekalipun diakuinya bahwa, di dalam menangani si pasien telah dilakukan sesuai prosedur di Unit Gawat Darurat (UGD). (metrosiantar.com)

Bupati Tapteng Serahkan 4 Unit Mobil Operasional

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Drs Tuani Lumbantobing, MSi menyerahkan empat unit mobil dinas kepada dua kepala sekolah, satu kepada kepala badan dan satu unit lagi kepada PKK Kabupaten Tapteng. Empat unit mobil dinas tersebut diserahkan langsung Bupati di lapangan apel kantor bupati, Senin (17/5) disaksikan Wakil Bupati Tapteng Ir H MA Effendy Pohan MSi, SKPD, dan PNS jajaran Pemkab Tapteng.


Dua kepala sekolah yang menerima mobil dinas, yakni kepala sekolah SMA Negeri 1 Matauli Pandan Drs Sumartono, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pandan Nauli Muhammad Ali, SPd. Kemudian satu unit untuk kepala BKD Tapteng Drs Kapider Siringoringo dan satu unit lagi kepada PKK Tapteng Siti Sarifah Simanjuntak.


Pada kesempatan itu, Bupati berpesan kepada dua kepala sekolah, kepala BKD dan PKK Tapteng agar mempergunakan mobil dinas yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan merawatnya dengan baik.


“Gunakanlah mobil dinas ini untuk meningkatkan kinerja dan khusus kepada Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan Kepala SMP Negeri 2 Pandan Nauli diharapkan memfungsikan mobil dinas ini untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dengan melakukan koordinasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah baik SMP dan SMA lain di Kabupaten Tapteng,” katanya.


Menurut bupati, SMA Negeri 1 Matauli dan SMP Negeri 2 Pandan Nauli merupakan sekolah unggulan di Tapteng yang menjadi barometer bagi sekolah-sekolah yang ada di kabupaten tapteng.


“Diharapkan SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan SMP Negeri 2 Pandan Nauli sebagai sekolah barometer bagi sekolah lain di Tapteng dapat berkoordinasi dan membina sekolah untuk berpacu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Tapteng,” harapnya. (batakpos-online.com)

4 Pelajar Ikuti Pembinaan Olimpade Sains Nasional

Hal itu disampaikan Kepala Disdik Kota Sibolga Drs Rustam Manalu, melalui Kepala Seksi Pendidikan Menengah (Kasidikmen) Zidal Sibagariang SPd, kepada METRO, Jumat (21/5) di ruang kerjanya. Dia mengatakan, keempat siswa-siswi yang diutus itu adalah Fery Vernando Salim dari SMP Sw Fatima Sibolga sebagai peserta Fisika, Dwinta Rizky R Saragih dari SMA Sw Tri Ratna Sibolga sebagai peserta Kimia, Haryeni Friska Ulita Tampubolon dari SMAN 1 Sibolga sebagai peserta Kimia dan Jannifer dari SMA Sw Tri Ratna Sibolga sebagai peserta Ekonomi.


Sebanyak 4 pelajar diberangkatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sibolga, untuk mengikuti pembinaan Olimpade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP dan SMA tingkat propinsi yang digelar di Hotel Soechi Medan, Sabtu (22/5)."


Keempat pelajar yang kita utus ini untuk mengikuti pelaksanaan pembinaan pasca OSN, merupakan siswa pilihan dan hasil seleksi OSN tingkat kabupaten/kota dari peringkat pertama hingga sepuluh per mata pelajaran se-Sumatera Utara (Sumut)," katanya.


Dikatakan dia, kegiatan pembinaan pasca OSN tingkat propinsi tersebut akan berlangsung selama 10 hari, dimulai 21 Mei hingga 31 Mei mendatang di Hotel Soechi Jalan Cireban Nomor 27 A Medan.


Menurut Zidal, para siswa yang telah selesai mengikuti pembinaan pasca OSN ini nantinya akan kembali mengikuti kegiatan seleksi peserta Olimpiade Sains Nasional jenjang SMP dan SMA pada tingkat propinsi yang rencananya akan digelar pada 1 Juni 2010 bertempat di Hotel Soechi Medan. "Kita berharap, melalui pembinaan pasca OSN tingkat propinsi ini, pelajar Kota Sibolga ke depan dapat mengukir prestasinya di tingkat nasional dan internasional," tukas Zidal.


Pada kesempatan itu, Zidal juga berharap kepada keempat pelajar tersebut nantinya pada saat akan digelar kegiatan pembinaan pasca OSN dapat mengikuti semua arahan dari pembinanya. "Kalian adalah utusan Kota Sibolga yang tentunya membawa nama besar Kota Sibolga. Maka, sangat ditekankan agar nama baik itu tetap dijaga dan tetap harum di negeri orang," katanya. (metrosiantar.com)

Sabtu, 22 Mei 2010

Direktris RSUD Pandan dr Masdiana Dolok Saribu MARS

Kritikan Keluarga Elsa Motivasi Tingkatkan Yankes

Direktris RSUD Pandan dr Masdiana Dolok Saribu MARS, mengatakan kritikan yang dilayangkan keluarga Elsa Panjaitan (5,5), korban gigitan anjing merupakan sebuah motivasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan (Yankes) di rumah sakit itu. Sekalipun diakuinya bahwa, di dalam menangani si pasien telah dilakukan sesuai prosedur di Unit Gawat Darurat (UGD).

"Namun, hendaknya kritikan yang disampaikan masyarakat itu bukan kritikan mengada-ngada, tetapi kritikan yang dapat memotivasi kami agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat yang merupakan pasien RSUD Pandan. Di mana yang dilayani manusia dan yang melayani juga manusia. Sehingga mungkin ada kesalahan dan kesilapan, namun tetap bertekad akan memberi pelayanan terbaik," kata Masdiana Dolok Saribu MARS, kepada METRO, Jumat (21/5). Dia mengaku meskipun sudah sesuai prosedur dianggap sebagai kritik membangun demi peningkatan pelayanan kesehatan.

Masih kata Masdiana, ia berharap kepada keluarga pasien tidak membunuh anjing yang telah menggigit anak dan keluarga mereka. Hal itu ditujukan untuk mengetahui anjing yang menggigit apakah terinfeksi rabies atau tidak. "Kandangkanlah anjing yang telah menggigit manusia, karena biasanya anjing yang terinfeksi rabies akan mati, tujuh hari setelah menggigit. Oleh karenanya, kami berharap kepada keluarga Elsa Panjaitan agar tidak membunuh anjing yang telah menggigit Elsa dan hal ini juga dapat sebagai pengetahuan bagi masyarakat," terang Masdiana.

Dr Gabe Gusmi Aprilla, selaku dokter jaga didampingi Melly Wati Hutagalung selaku perawat jaga yang melayani Elsa Panjaitan saat masuk RSUD Pandan kepada METRO, membantah telah menelantarkan pasien atas nama Elsa. Gabe menuturkan, saat Elsa bersama pemilik anjing yang masih kerabatnya Jon (35) dan Helmi (25) masuk UGD RSUD Pandan langsung dilayani dan diberikan perawatan sesuai prosedur di UGD. "Saat pasien Elsa masuk ke UGD RSUD Pandan bersama dua pasien lainnya pada pukul 13.35 WIB, langsung diberi impus dan dijahit pada bagian kepala dan muka yang koyak akibat gigitan. Namun, sebelumnya pasien korban gigitan anjing diberi obat anti biotik dan ATS sebagai anti septik untuk gigitan anjing melalui injeksi serta ditunggu reaksi alergi selama 15 menit untuk masing-masing obat, juga diberi obat penghenti pendarahan," ujar Gabe diaminkan Melly.

Menurut Gabe, kalaulah tes alergi obat anti biotik dan ATS yang disuntikkan serta ditunggu 15 menit itu merupakan penelantaran, ia menilai hal itu mungkin karena ketidakmengertian si pasien. Sebab kata dia, memang hal itu sesuai prosedur pengobatan. "Sebelum shift dinas sore masuk, yakni sekitar pukul 14.00 WIB, penanganan terhadap ketiga pasien korban gigitan anjing sudah selesai dan tinggal merujuk ke RSU FL Tobing Sibolga untuk mendapat perawatan intensif," sebut Gabe.

Melly menambahkan, beberapa hari setelah Elsa Panjaitan bersama dua kerabatnya masuk ke rumah sakit, ia sempat bertemu dengan keluarga si pasien di salah satu pesta pernikahan. Pada kesempatan itu, si keluarga pasien sempat mengucapkan terima kasih atas perawatan yang tanggap saat melayani mereka di UGD RSUD Pandan. (metrosiantar.com)

Komputer Multimedia untuk SMP Al Muslimin

Sebanyak satu unit komputer Multimedia diserahkan untuk SMP Al Muslimin, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (21/5). Penyerahan perangkat komputer itu merupakan implementasi program Tryout Online PT Telkom.

Hadiah tersebut diserahkan langsung Kepala PT Telkom Sumatera Utara Nanan Winarya, didampingi Kepala Telkom Sibolga Jovi Tambunan, kepada Kepala SMP Al Muslimin Mishan, bertempat di ruangan Multi Media sekolah itu.

Kepala Telkom Sibolga Jovi Tambunan menyampaikan apresiasi kepada SMP swasta Al-Muslimin Pandan yang sangat mendukung program Tryout Online PT Telkom. Ia mengatakan dukungan itu telah dibuktikan SMP itu dengan keluarnya siswa SMP sebagai pengguna terbanyak yakni sebanyak 89 siswa. "Peserta terbanyak se-Sumatera yang mengikuti program Tryout Online ini adalah SMP Swasta Al-Muslimin Pandan," ujarnya.

Menurut Jovi, program Tryout Online ini merupakan program tahunan yang dibuat PT Telkom Indonesia sebagai salah satu tugas dan peranan PT Telkom mencerdaskan anak bangsa, melalui dunia pendidikan secara online. "PT Telkom yang notabene masih milik negara berkewajiban untuk perduli terhadap anak bangsa dengan programCSR (Corporate Sosial Responsibility) atau perduli terhadap dunia social dan lingkungan," ujarnya seraya berharap program ini dapat mebantu memicu tingkat kecerdasan serta kelulusan anak didik untuk melanjut kejejang yang lebih tinggi lagi.

Sementara, Nanan Winarya mengatakan bahwa PT Telkom Indonesia selalu berkarya dan berinovasi demi kemajuan pendidikan anak Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dimilikinya infrastruktur IT yang serba lengkap dan tersebar di seluruh Indonesia. "Untuk itu, sesuai dengan data yang ada, siswa-siswi SMP Swasta Al-Muslimin ini merupakan peserta terbanyak se Sumatera yang mengakses Tryout online yang diselenggarakan PT Telkom. Dan semua ini bisa berjalan atas partisipasi guru-guru dalam menginformasikan kepada anak didik sehingga dapat mengikuti tryout online tersebut," ujarnya.

Menurutnya, PT Telkom bangga dengan sekolah yang berada di kawasan Pantai Barat tersebut, dimana siswa-siswi sekolah ini sangat antusias mengikuti program tryout PT Telkom. Dia berharap, untuk kedepannya, program ini berkesinambungan dan bisa menarik lagi dengan tujuan peserta akan semakin banyak lagi. "Internet speedy yang menjadi icon dalam setiap program adalah akses internet yang saat ini dibanggakan PT Telkom, yang dipersembahkan untuk mendukung akses pendidikan melalui pesona education, dunia hiburan dan music melalui fulltrack ," ujarnya seraya mengatakan bahwa kedatangan tim dari PT Telkom Sumut adalah dalam rangka bersilaturahmi sekaligus memberikan hadiah sebagai tanda apresiasi PT Telkom. (metrosiantar.com)

Sabtu, 08 Mei 2010

Hari Terakhir UASBN di Tapteng 98 Murid Absen

TAPTENG-METRO; Dari 6.764 murid SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta se-Kabupaten Tapanuli Tengah yang mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), sebanyak 98 murid di antaranya tidak mengikuti UASBN.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Drs Marhite Rumapea, melalui Kasi Monitoring dan Evaluasi Kennedy Siallagan SPd, kepada METRO di Pandan, Kamis (6/5). "Berdasarkan rekapitulasi daftar hadir pelaksanaan UASBN se-Kabupaten Tapteng, ditemukan 98 murid yang tidak mengikuti UASBN. Namun dari data ini belum dapat kita perinci berapa orang yang tidak hadir karena sakit dan berapa orang yang tidak hadir tanpa keterangan," katanya.

Sebelumnya, Kabid TK, SD dan PLS Drs Syamsir Hutabarat mengatakan bahwa pelaksanaan UASBN mulai Selasa (4/5) sampai Kamis (6/5) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berjalan lancar dan aman. "Di mana, dari 6.764 murid yang mengikuti UASBN berasal dari 317 SD/MI negeri dan swasta yang terdiri dari 283 SDN, 15 SD Swasta, 7 MIN dan 12 MI Swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tapteng dan akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut mulai 4, 5 dan 6 Mei 2010 dengan mengujikan 3 mata pelajaran, hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika dan hari ketiga IPA," jelas Syamsir.

Dikatakan Syamsir, bagi murid yang dinyatakan tidak lulus tidak diberikan kesempatan untuk mengikuti UASBN Ulangan. Untuk murid yang tidak dapat mengikuti UASBN utama dengan alasan sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan, dapat mengikuti UASBN Ulangan. "Bagi murid yang berhalangan pada UASBN utama dengan alasan yang jelas dan didukung bukti dapat mengikuti UASBN susulan yang akan dilaksanakan 10,11 dan 12 Mei 2010. Namun, bagi murid yang dinyatakan tidak lulus, tidak diberikan kesempatan UASBN Ulangan dan harus mengulang satu tahun lagi," tandasnya. (metrosiantar.com)

Guru Honor Perlu Payung Hukum

Hal itu disampaikan Sekretaris Forum Komunikasi Guru Honor (FKGH) Kabupaten Tapanuli Tengah Manuntun Sinaga SPd, kepada METRO di Pandan, Jumat (7/5). Dia mengungkapkan, hingga saat ini masih ada guru honor menerima gaji sebesar Rp100 ribu per bulan. "Ini sungguh memprihatinkan," lanjut Manuntun.

Para guru honorer di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), perlu mendapat payung hukum agar mendapat perlindungan hukum. Sebab jika tanpa payung hukum nasib guru honor bisa terabaikan, padahal mereka turut memajukan dunia pendidikan dalam upaya menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) handal.Ia mengatakan, era otonomi daerah sekarang ini, Pemkab Tapanuli Tengah harus membuat Peraturan Daerah (Perda) yang dapat memayungi guru honor agar nasibnya terjamin.


Manuntun yang pernah aktif di GMKI Pematangsiantar Simalungun itu menambahkan, tanpa ada payung hukum jangan berharap banyak agar nasib guru honorer bakal diperhatikan. Semestinya, kata dia, DPRD kabupaten/kota di daerah dapat mengusulkan inisiatif perda tersebut, tanpa harus menunggu dari eksekutif atau pemerintah daerah.


Masih menurut dia, dalam perda bisa mengatur antara lain penggajian atau imbalan jasa atas pengabdian guru honorer, yang idealnya di atas ata sama dengan upah minimum regional (UMR) sesuai Ketentuan ketenagakerjaan yang sekarang harus sama dengan ketentuan UMR Sumut. Dikatakan dia, UMR Sumut tahun 2010 adalah Rp965 ribu setiap bulannya, sejatinya guru juga berhak mendapat honor senilai UMR itu. "Tidak adanya payung hukum itu, membuat para guru honor tidak mendapat tunjangan apapun selain honor yang mereka terima dari sekolah melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah Mengajar. Jadi, kalau ada payung hukumnya, pemerintah wajib memenuhi, kalau tidak ada, maka kondisinya akan semakin tidak terkontrol, payung hukum juga membuat pengucuran dana lebih tertib," tandasnya mengakhiri. (metrosiantar.com)

Sabtu, 24 April 2010

Terkait 2 Warga Tapteng Idap Gizi Buruk

Dinkes Tingkatkan Status Puskesmas

Pada tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) akan meningkatkan status puskesmas dari status rawat inap menjadi rawat inap plus. Puskesmas rawat inap plus ini ditempatkan diempat kecamatan mewakili setiap daerah pemilihan (dapil) di wilayah itu.

Untuk Dapil dua, meliputi Kecamatan Badiri, Pinangsori, Lumut, Sibabangun, dan Suka Bangun akan dipusatkan di Kecamatan Pinangsori. Puskesmas Pinangsori statusnya akan ditingkatkan dari puskesmas rawat inap menjadi puskesmas rawat inap plus. Kemudian untuk Dapil tiga yang meliputi Kecamatan Tapian Nauli, Kolang, Sitahuis, Sorkam, Sorkam Barat, dan Pasaribu-Tobing akan dipusatkan di Puskesmas Kolang di Kecamatan Kolang.

Sementara, untuk Dapil empat meliputi Kecamatan Sosorgadong, Barus, Barus Utara, Andam Dewi, Sirandorung, dan Manduamas akan dipusatkan di Kecamatan Barus dengan meningatkan status puskesmas yang ada di daerah itu. Sedangkan untuk dapil satu yang meliputi Kecamatan Sarudik, Pandan, dan Tukka dipusatkan di RSU Pandan yang statusnya sudah tidak perlu ditingkatkan dari status Puskesmas karena statusnya sekarang sudah menjadi RSUD Pandan.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Hajopan Simanjuntak SKM, Kamis (22/4) kemarin mengatakan, peningkatan status puskesmas ini sebagai langkah untuk memudahkan pelayanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat sekaligus sebagai perwujudan program Presiden Indonesia Sehat 2010. Hal ini juga sebagai langkah pencegahan terkait masalah gizi buruk atau kurang gizi pada masyarakat. Dan program ini telah disetujui dalam sidang DPRD beberapa waktu lalu.

"Maksud dari plus ini, selain puskesmas tersebut sudah dapat melayani rawat inap disamping penambahan fasilitas pendukung, tenaga medis yang akan memberikan pelayanan di sana nantinya kita coba datangkan secara periodeisasi dokter spesialis," ujar Hajopan Simanjuntak SKM menjawab wartawan terkait keberadaan dua warga Tapteng yang menderita gizi buruk, namun satu diantaranya telah meninggal dunia baru-baru ini.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Tapteng, Antonius Hutabarat membenarkan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, Dinkes Tapteng telah memprogramkan peningkatan status empat puskesmas di empat kecamatan menjadi puskesmas rawat inap plus sembari merasa prihatin atas adanya warga Tapteng yang masih menderita kurang gizi.

Dia berharap, Dinkes Tateng mulai saat ini agar lebih mengefektifkan keberadaan tenaga kesehatan di kecamatan dan pedesaan tertutama terhadap bidan-bidan desa agar lebih bersedia dan rutin turun memantau kondisi kesehatan masyarakat. Juga Dinkes diminta untuk lebih memfungsikan keberadaan Posyandu.

"Bidan-bidan desa selama ini masih kurang optimal dalam melaksanakan tugas kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan Posyandu juga tidak berfungsi efektif. Kita berharap, kedua hal ini diperhatikan dan diefektifkan. Demikian dengan keberadaan tenaga Program Keluarga Harapan (PKH), harus mau dan senantiasa berkoordinasi dengan tenaga-tenaga kesehatan yang ada di daerahnya," tandas anggota DPRDTapteng dari partai Demokrat ini.

Diberitakan sebelumnya, dua warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ditemukan menderita gizi buruk. Satu di antaranya telah meninggal dunia sedangkan satunya lagi dalam kondisi masih dalam perawatan intensif petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan. Korban yang meninggal tersebut adalah Aldi Sarumpaet (3 warga Kecamatan Sosorgadong yang menjalani perawatan sejak Kamis (15/4) pekan lalu di RSUD Pandan. Aldi meninggal dunia pada Senin (19/4) lalu. Sedangkan korban yang masih dirawat, Hotmauli br Purba (6), warga Pulo Pakkat, Kecamatan Suka Bangun, Tapteng. (metrosiantar.com)

Jumat, 19 Februari 2010

Berbahaya, Martabak Dibungkus Kertas Koran


Anda yang doyan martabak sebaiknya jeli sebelum mengkonsumsinya. Terutama memerhatikan pada kemasannya. Sebab, martabak yang dibungkus pakai kertas dapat menimbulkan kanker hati terhadap orang yang mengonsumsinya.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Pelabuhan Sambas Sibolga Sahat Hutajulu SKM, di sela acara penyuluhan yang dipusatkan di SDN 081292 Jalan SM Raja Kelurahan Pancuran Kerambil, Kamis (18/2). Dia mengatakan, sesuai hasil penelusuran mereka di beberapa sekolah di wilayah kerjanya masih ditemukan ada makanan yang dianggap kurang sehat.

Sahat mencontohkan, kebiasaan pada murid SD sangat meminati martabak telor. Dikatakan Sahat, makanan tersebut memang bergizi, namun perlu dilihat pembungkusnya.

Menurut dia, kebanyakan penjaja martabak telor di Sibolga masih banyak yang menggunakan pembungkus yang terbuat dari kertas, sehingga tidak higienis. Sebab kata Sahat, dengan penggunaan alat pembungkus tersebut bisa terkontaminasi bakteri dan kuman serta berpotensi mendatangkan penyakit lainnya yang dapat menyebabkan penyakit kanker hati. "Untuk itulah, kita memberikan penyuluhan tentang penggunaan pembungkus yang sehat seperti adanya kertas pembungkus sehat seperti kertas higenis dan daun pisang. Sehingga para anak-anak kita bisa terhindar dari penyakit," beber Sahat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan masih banyak sekolah yang belum optimal memerhatikan kondisi lingkungannya, terutama dalam hal pencegahan penyakit demam berdarah. "Kita masih banyak menemukan kaleng cat yang digenangi air. Ini berpotensi sebagai wadah pengembangbiakan nyamuk aedes aegepti," ujar Sahat setengah mengkritik.

Dia menyampaikan, penyuluhan yang dilakukannya sekaligus mewujudkan kegiatan 100 hari Kabinet Bersatu SBY-Budiono. Untuk itu, pihaknya menggelar penyuluhan ke 8 SDN yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Sambas.

Dijelaskan Sahat, penyuluhan yang mereka lakukan menitikberatkan pada penyuluhan makanan sehat dan bergizi, serta penyehatan lingkungan di sekolah untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk aedes agepty yang berpotensi mendatangkan demam berdarah.

Kegiatan itu sendiri disambut antusias masyarakat. Sedikitnya 100 murid merupakan perwakilan dari 8 SDN yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pelabuhan Sambas dan juga para guru serta petugas Urusan Kesehatan Siswa (UKS).

Kepala SDN 081282 Norita Marbun SPd mengatakan, sangat menyambut positif kegiatan Puskesmas Pelabuhan Sambas. "Penyuluhan langsung kepada para siswa sangat membantu para siswa. Mereka dapat mengerti betapa perlunya mengantisipasi penyakit, sekaligus untuk menghindarinya," kata Norita Marbun.(metrosiantar.com)

Dari Hasil Ujian Kompetensi Praktik Siswa SMKN 2 Sibolga


Masakan Pelajar Tak Kalah Enaknya dengan Makanan Restoran
Menu makanan dan minuman masakan (karya, red) siswa-siswi kelas III SMKN 2 Sibolga ternyata tak kalah enaknya bila dibandingkan dengan masakan yang ada di restoran-restoran terkenal di Indonesia. Kemampuan para siswa itu dibuktikan pada pelaksanaan ujian kompetensi praktek siswa jurusan Tata Boga. Bagaimana para siswa mengolah makanan itu sehingga terasa lebih enak?


FELIKS MANALU- SIBOLGA

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga Drs Rustam Manalu adalah orang pertama yang memanjatkan pujian pada para siswa. Bersama pengawas sekolah, staf dari jajaran Kantor Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Kepala SMKN 2 Sibolga B Sirait dan guru-guru pembimbing di hadapan siswa kelas III, Rabu (17/2), Rustam menyampaikan masakan karya siswa luar biasa. Cita rasanya tak kalah dengan masakan yang ada di restoran-restoran terkenal.

Menurut Rustam, seluruh menu makanan dan minuman hasil karya siswa jurusan Tata Boga yang disajikan tersebut sudah cukup bagus dan cukup enak serta tidak kalah bersaing dengan menu makanan yang ada di restoran-restoran terkenal di Indonesia. Makanan yang dihidangkan ini memang makanan Indonesia tapi dimodifikasi dengan makanan ala Prancis. "Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa SMKN 2, khususnya yang memasak makanan ini. Memasak makanan seperti ini yang menunya sangat bermacam-macam bukanlah hal mudah, sebab dibutuhkan keahlian tersendiri dan waktu yang cukup lama," terang Rustam.

Dia mengaku sangat kagum mengetahui pengetahuan siswa SMKN 2 jurusan Tata Boga ini ternyata sangat pintar memasak makanan bertaraf internasional. "Menu makanan seperti ini tidak kalah lagi enaknya dan mutunya dengan menu makanan yang kita dapatkan di restoran internasional begitu juga dengan makanan yang ada di hotel-hotel berbintang," sebut Rustam memuji.

Ia mengatakan, sebenarnya bahan-bahan makanan dan minuman itu sama dengan yang ada di restoran dan hotel-hotel internasional. Namun karena cara membuatnya berlainan, kemudian dimodifikasi dengan baik, sehingga rasanya makanan ini lebih enak dibanding dengan yang ada di restoran lain. "Saya berharap seluruh siswa yang telah mengikuti ujian kompetensi praktek memasak makanan ini belajar lagi dengan baik. Sehingga, setelah tamat dari sekolah ini nantinya, sudah siap pakai untuk membuka usaha sendiri. Dengan adanya usaha sendiri Anda akan cepat memeroleh uang, jangan hanya berharap menjadi pegawai. Dari ilmu yang kalian dapatkan di sekolah ini, kalian sudah bisa membuka usaha nantinya, yang terpenting harus dijaga kehalalan makanan dan minuman itu," imbau Rustam.

Kepala SMKN 2 Sibolga B Sirait mengatakan sengaja mengundang Rustam Manalu untuk mencicipi sekaligus memperkenalkan makanan hasil karya siswa SMKN 2 khususnya kelas III. Selain itu, lanjut B Sirait, untuk tahun mendatang pihak sekolah juga akan mengundang para orangtua siswa untuk dapat mencicipi makanan hasil karya anak-anak mereka.

Dikatakan B Sirait, kegiatan ujian praktek kompetensi itu berlangsung tiga hari, mulai Rabu (17/2) dan berakhir pada Jumat (19/2). Dijelaskan Sirait, jenis makanan dan minuman hasil karya siswa yang disajikan yakni soop bakso ikan, udang bumbu merah pedas, kangkung belacan, tim ayam, mie goreng jawa, puding saw kop, sayur udang. Lalu, ikan panggang sambal, ikan bakar bumbu, ayam goreng mentega bumbu tauco, kentang tumis, sate manis, penyek masin ikan, ayam goreng kalasan, ayam goreng aipokat, mangut ikan kakap, sayur kacang panjang, soto madura dan jenis makanan lainnya yang jumlah keseluruhannya sebanyak 78 jenis makanan.

Sementara jumlah siswa yang memasaknya sebanyak 18 orang selama 3 jam mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Mereka menghasilkan sebanyak 78 jenis makanan dan minuman sudah siap saji. (metrosiantar.com)

Kamis, 18 Februari 2010

Sebanyak 348 Pelajar SMK-STMN Sibolga-Tapteng Ikuti UN

Sibolga, (Analisa)

Sebanyak 348 pelajar SMK-STM Negeri Sibolga-Tapteng dalam tahun ini akan mengikuti Ujian Nasional (UN).

Peserta ujian terdiri dari 4 jurusan yakni, jurusan Teknik Bangunan untuk Beton dan gambar diikuti 72 peserta, jurusan Teknik Listrik diikuti 26 peserta ,jurusan Otomotif diikuti 107 peserta dan jurusan pelayaran untuk Nautika Kapal Pelayaran Ikan (NKPI) diikuti 62 peserta jurusan Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI) diikuti 36 orang dan jurusan Budidaya Perikanan diikuti 45 peserta.

Hal itu dijelaskan Kepala SMK-STMN Sibolga/Tapteng Drs Ramlan Panjaitan kepada Analisa, Sabtu (13/2) lalu diruang kerjanya di Jalan Tukka.

Mengingat dipercepatnya UN yakni bulan Maret dan April 2010 mendatang kepada siswa/i kelas-3 yang akan mengikuti Ujian Nasional ini diminta agar masing-masing meningkatkan proses belajar di rumah yang lebih rajin dan baik mengingat waktu yang mendesak yakni bulan Maret dan April 2010.Buatlah satu kegiatan untuk memacu materi pelajaran utama yang diujikan, apalagi pihak sekolah mengadakan Les tambahan sore.

Belajarlah seefektif dan seefisien mungkin, agar hasil yang diperoleh dapat lebih baik disbanding dari tahun tahun sebelumnya, harap Panjaitan. Beda dengan sekolah umum tegas Ramlan, di SMK-STM ada ujian praktek dan teori dan ujiannya dilaksanakan pada hari keempat.

Khusus jurusan pelayaran yang menyangkut perikanan, Setelah tamat mereka ini banyak yang mencari pekerjaan dan ada yang ingin melanjutkan ke Sekolah Tinggi Perikanan. Mereka ini banyak yang bekerja di kapal-kapal perikanan di tanah air maupun di luar negeri seperti halnya di Jepang.

Mereka sudah banyak ke Jepang dan sudah beberapa termin, bahkan sudah ada yang habis kontrak dan sudah ada yang pulang.Masalah tenaga guru, khusus untuk jurusan pelayaran dalam tahun lalu sudah ada 4 orang yang baru diangkat, sedang untuk guru umum yang saat ini masih memadai, demikian juga untuk jurusan teknik.

Mengenai tenaga guru dari 72 orang yang bertugas di SMK-STM Negeri Sibolga-Tapteng, 31 orang sudah mendapat sertifikat.Dengan guru yang memiliki sertifikasi ini, proses belajar dan mengajar di sekolah ini sudah lebih meningkat.Guru-guru yang mendapat sertifikasi sudah diwajibkan bertugas selama 24 jam.

Dengan ada ketentuan bagi guru-guru yang memiliki sertifikasi ini, sudah lebih mudah mengaturnya, kata Panjaitan dan tidak ada masalah lagi dan dapat membantu program pemerintah yang lambat laun dapat dapat mencerdaskan anak-anak bangsa ke depan. Sedang pertambahan local juga menentukan kemajuan sekolah ini. Dalam tahun 2008 lalu SMK-STM Negeri Sibolga/ Tapteng mendapat 3 lokal pertambahan kelas dan tahun 2009 sebanyak 3 lokal pertambahan kelas baru, masing-masing dibangun dengan dana APBN.

Masalah mobilernya diharapkan bantuan Pemko Sibolga bekerja sama dengan Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Sibolga, supaya lokal ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Dengan pertambahan lokal ruang belajar, para pelajar sangat membutuhkannya dengan metode-metode pembelajaran yang cukup meningkat pada saat sekarang ini. Menurut Ramlan Panjaitan, Ujian Nasional UN hari Pertama dimulai 22 Maret 2010 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, susulan 29 Maret 2010 hari kedua 23 Maret 2010 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, susulan 30 Maret 2010.

Hari ketiga 24 2010 dengan mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika ,susulan 31 Maret 2010 dan hari ke empat 25 maret 2010 dengan mata pelajaran Teori ,dan untuk ujian susulan 1 April 2010. (analisadaily.com)