Pages

Dongkrak APBD 2013

DPRD Tapteng mengapresiasi kerja keras Bupati dan jajarannya dalam mendongkrak peningkatan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Di mana APBD Tapteng TA 2013 naik sekitar 14,67 persen atau menjadi Rp809,51 miliar. Bahkan, sekitar Rp200 miliar di antaranya untuk pembangunan fisik.

KPU Tapteng Beri Kesempatan 16 Parpol Perbaiki Berkas

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapanuli Tengah memberikan kesempatan kepada 16 partai politik di daerah itu untuk melengkapi kekurangan berkas persyaratan untuk lolos sebagai peserta pemilu di daerah dari tanggal 27 November-3 Desember 2012.

10 Kelompok Nelayan Dapat Bantuan Rp1 Miliar

Pemko Sibolga melalui Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan (DKKP), mengucurkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar untuk nelayan. Dana dari Program Pengembangan Usaha Minat Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap KKP RI itu diserahkan kepada 10 kelompok nelayan.

Berikan Bingkisan Pada Bayi Kembar

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Delmeria H Syarfi Hutauruk bersama rombongan memberikan bingkisan kepada orang tua bayi kembar empat pasangan Herman Druhu dan Karianti Laia, rabu (28/11) di RSU Sibolga. “Pemberian bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian Tim Penggerak PKK Kota Sibolga menjelang perayaan Natal TP PKK Sibolga yang akan di gelar,” kata Ketua TP PKK Kota Sibolga Ny Delmeria Syarfi Hutauruk.

Keluarga Curigai Oknum RS Pembunuh Wanda

Setelah terbukti dibunuh, pihak keluarga Wanda alias Sri Rahayu alias Nur Ainun br Panjaitan, angkat bicara terhadap kecurigaan mereka kepada seseorang. Menurut keluarga, oknum RS adalah orang yang layak dicurigai sebagai pelaku pembunuh janda cantik itu.

Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

Gedung DPRDSU Nyaris Terbakar

Pengerjaan gedung baru DPRD Sumut diduga sangat serampangan. Baru berusia lebih kurang satu tahun, sudah dua kali terjadi musibah. Yang terakhir, Kamis (12/1), gedung dewan nyaris terbakar, setelah terjadi korsleting listrik di ruang Fraksi Partai Demokrat (FPD).

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 17:30. Api tibatiba saja keluar dari salah satu sarang lampu neon yang berada di ruang ketua FPD, dan berkobar. Saat peristiwa terjadi, di dalam ruangan ada Ketua FPD Tahan Manahan Panggabean dan Sekretaris Melijar Latif. Mereka sedang menerima tamu sejawat dari DPD Partai Demokrat Sumut.

Melihat api yang berkobar di langitlangit, tepat di atas tempat duduk Tahan Panggabean, mereka terkejut dan melakukan gerakan spontan. Ada yang refleks lari ke luar ruangan dan ada juga yang menjerit. Mendengar kegaduhan itu, sejumlah staf yang berada di luar ruangan ketua fraksi bergegas masuk ke ruangan itu.

Ketua FPD Tahan Manahan Panggabean dan Sekretaris Melijar Latif kepada Waspada mengatakan, sangat terkejut melihat peristiwa itu. Sama sekali dia tidak menyangka akan terjadi korsleting listrik, karena usia gedung dewan itu masih sangat muda. Baru lebih kurang satu tahun. “Saya sangat terkejut. Waktu kejadian, kita sedang serius berdiskusi tentang Partai Demokrat,” kata Melijar Latif.

Dalam peristiwa ini, Tahan Manahan Panggabean, menduga alat sensor api yang berada di langitlangit ruangan tidak berfungsi. Seharusnya, begitu ada asap agak tebal saja di ruangan, sensor api segera menyemprotkan air. ‘’Ini sudah ada apipun airnya tidak keluar. Dugaan saya sensornya tidak berfungsi,’’ kata Tahan Panggabean.

Berkaitan dengan peristiwa ini, Tahan Panggabean meminta pihak pengelola gedung memeriksa ulang seluruh komponen yang nantinya dapat menyebabkan masalah di sana. Katanya, beruntung pada saat kejadian di ruang kerjanya terdapat racun api, hingga dapat segera disemprotkan memadamkan api. “Bersyukur juga kita belum pulang. Kalau tidak mungkin seluruh gedung ini akan terbakar,” sebut Melijar.

Dalam usianya yang baru satu tahun ini, dua peristiwa sudah terjadi di gedung DPRD Sumut. Beberapa waktu lalu sejumlah anggota dewan tersekap di lift. Walau akhirnya pintu lift dapat dibuka, namun kondisi empat anggota dewan waktu itu sudah dalam keadaan lemas. (HW)

Korem 023/KS Tanam 1050 Pohon

Jajaran Korem 023/KS di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng melaksanakan penanaman bibit pohon sebanyak 1.050 pohon di sepanjang garis pantai Teluk Tapian Nauli Sibolga mulai dari kawasan Desa Mela, Ketapang, Ujung Sibolga Pelabuhan Lama hingga ke Pondok Batu.

“1050 bibit pohon jenis trambesi ini ditanam disepanjang garis pantai Teluk Tapian Nauli,” kata Danrem 023/KS Kol Arh Heboh Susanto melalui Kasrem 023/KS Letkol Inf Martohap Simorangkir dan Kasi Ter Korem 023/KS Letkol J Simamora kepada wartawan disela-sela acara penanaman, Jumat (13/1) di area Pantai Ujung Sibolga di Jalan Zainul Arifin Sibolga.

Menurut Martohap, penanaman pohon ini baru bisa dilakukan setelah pihaknya selesai merampungkan pelobangan tempat bibit-bibit pohon dimaksud ditanam. “Personil akan dijadwal untuk melakukan perawatan hingga pemeliharaan bibit pohon yang ditanam ini dengan tujuan agar lebih terjamin pertumbuhan dan perkembangannya,” katanya lantas mengimbau instansi terkait di lingkungan Pemda setempat untuk turut serta dalam rangka perawatan dan pemeliharaan bibit-bibit pohon yang telah ditanam.

Kasi Ter Letkol J Simamora menambahkan, penanaman pohon merupakan keikutsertaan dalam rangka mendukung dan memberhasilkan program penanaman pohon 1 miliar yang digalakkan pemerintah dalam rangka untuk kelestarian dan penyelamatan lingkungan. Diharapkan, pohon yang ditanam bisa berkembang dan kelak berguna untuk penghijauan pinggiran pantai termasuk menjadi penahan ombak laut di pantai. “Mengingat area pinggiran pantai luas dan panjang penanaman pohon ini akan berlangsung hingga beberapa hari dan melibatkan personil TNI di jajaran Korem 023/KS,” tandasnya. (MS)

Selasa, 07 Juni 2011

Pantai Pandan di Hari Libur Harga Makanan Berlipat

Pantai Pandan, salahsatu tujuan wisata favorit di Tapteng. Setiap hari libur wisatawan lokal maupun luar daerah membludak. Tapi sayang, harga makanan dan minuman di lokasi itu berlipat-lipat. Pengunjung tentu saja mengeluh.

Di awal Juni ini, 4 hari libur berturut-turut, Kamis-Minggu (2-5/6). Selama empat hari itu, Pantai Pandan tidak pernah sepi pengujung. Pedagang pun sepertinya tak ingin menyia-yiakan kesempatan itu.

Tidak warung berderet di sepanjang garis pantai berharap rejeki dari pengunjung. Beragam makanan dan minuman disajikan.

Di sana, ada Herman, Atik Tambunan, dan, Erwin. Ketiganya pedagang. Masing-masing ada yang menjual misop, bakso, dan, sate. “Liburan kali ini memang membawa berkah bagi kami. Omzet kami cukup meningkat dari hari libur biasa. Selama 4 hari ini, kami mampu memeroleh laba bersih sekitar Rp1,5 juta,” ujar Herman, dan diamini rekannya Atik Tambunan dan Erwin, kepada METRO, Minggu (5/6).

Sangkin senangnya, mereka malah berharap agar pemerintah sering-sering membuat kebijakan hari libur, meski tidak hari besar. Katakanlah ‘hari kejepit’. “Kalau liburnya banyak, mudah-mudahan pengunjung rame. Rezeki pun lumayan,” seloro Herman.

Rasa senang para pedagang, ternyata berbanding terbalik dengan pendapat pengunjung. Mereka justru mengeluh karena harga-harga makanan dan minuman di lokasi itu kelewat mahal. Menurut mereka, harga makanan dan minuman yang ditawarkan melampaui batas wajar.

Devi br Nasution, Harianto Daulay, dan Esti br Harahap, ketiganya pengunjung mengaku dari Padangsidimpuan, kepada METRO, mengaku senang bisa menikmati panorama pantai Pandan. Namun ketiganya sangat mengeluh terhadap pelayanan para pedagang. “Terutama soal harga,” ketus Devi.

Devi dan kedua rekannya merasa kurang nyaman, karena mahalnya harga makanan dan minuman di lokasi itu. “Harga makanan dan minuman ringan di sini jauh lebih mahal dibanding harga di pasaran. Bayangkan saja, air mineral ukuran sedang yang biasanya dijual Rp2 ribu per botol, di sini dijual Rp5 ribu. Naik 150 persen. Demikian juga harga minuman botolan lainnya. Belum lagi makanan ringan, seperti kacang yang di pasaran biasanya Rp500 per bungkus, di sini dijual sampai Rp1.500 per bungkus. Harga misop, bakso, dan, sate, juga begitu, mencapai Rp10 ribu per porsi. Itu kan tidak normal,” keluh Devi.

Ia menyebutkan, mereka sadar para pedagang tentu ingin mengambil keuntungan pada musim liburan yang hanya beberapa kali setahun ini. “Tapi yang wajar lah,” katanya.

Menurut dia, yang wajar itu semisal harga biasanya Rp2 ribu kemudian naik menjadi Rp3 ribu. Itu masih wajar. “Berbeda halnya jika di rumah makan atau restauran di sekitar pantai, mungkin harga ini masih bisa ditolerir karena modal mereka memang besar,” tukas Devi.

Devi dan kedua rekannya menyebutkan, mahalnya harga makanan dan minuman di Pantai Pandan dapat menimbulkan efek jera para wisatawan untuk kembali datang ke Pantai Pandan. Atau paling tidak, para wisatawan akan jera untuk berbelanja makanan di Pantai Pandan jika mereka kembali datang untuk berlibur. “Kalau harganya mahal seperti sekarang, mungkin kalau kami datang lagi kemari, lebih baik kami membeli dan mempersiapkan makanan dan minuman dari luar saja, karena jauh lebih murah. Kalau semua pengunjung berpendapat seperti kami, bagaimana nanti nasib para pedagang ini, tentu mereka akan rugi karena tak ada lagi pengunjung yang mau membeli. Makanya kami menyarankan kepada para pedagang, agar menjual makanan, dan minuman dengan harga yang tidak terlampau mahal,” saran Devi.

Pada kesempatan itu, Devi juga berharap peranan pemerintah setempat untuk mengatasi lonjakan harga-harga makanan dan minuman di lokasi itu. “Ini penting untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung,” ujar Devi mengakhiri. (metrosiantar.com)

Jumat, 11 Juni 2010

Mengenal Sosok Denny Siahaan, Pencipta Lagu Uju di Ngolukkon

Terinspirasi dari Sang Ayah dan Nasehat Ibu yang Sudah Tiada
Bagi orang Batak tidak asing lagi dengan lagu ‘Uju di Ngolukkon’ yang dipopulerkan artis Batak asal Kota Pandan, Tapanuli Tengah, Putri Silitonga. Lagu ini cukup memasyarakat dan hampir semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orangtua hafal lagu ini. Dalamnya makna yang terkandung dilagu ini membuat orang Batak yang mendegarnya cukup tergugah. Di tengah melejitnya lagu itu, mungkin tidak banyak yang tahu seperti apa sosok pencipta lagu ini, dan apa yang mendasarinya hingga menuliskan lagu yang berisikan petuah ini.

Tidak dapat dipungkiri lagu ini telah menembus pasar blantika musik Batak di tanah air, dan bahkan sudah dijadikan seperti lagu wajib disetiap ada acara atau pesta orang Batak. Beranjak dari situasi itu METRO termotivasi untuk mengurai siapa sosok pencipta lagu ‘Uju di Ngolukkon’ itu.

Berikut ini hasil bincang-bincang METRO bersama Denny Siahaan sang pencipta lagu baru-baru ini di Sibolga. "Proses penciptaan lagu ini sebenarnya cukup singkat, yakni tahun 2002 lalu. Di mana Putri Silitonga saat itu masih duduk di bangku SMA kelas II di Sibolga. Pada tahun itu juga, lagu ini sudah sering dibawakan oleh Putri Silitonga pada acara pesta-pesta dan juga acara hiburan, hanya saja gaungnya masih sekitar Kota Sibolga-Tapteng," kata Denny, mengawali perbincangannya dengan METRO di salah satu kantor di Sibolga.

Menurut pria berusia 42 tahun ini, lagu tersebut tercipta karena kondisi ayahnya yang saat itu sedang sakit karena mengalami kecelakaan, dimana kaki dan tangan ayahnya patah, sehingga harus dirawat total. Dalam proses perawatan inilah muncul kejenuhan bagi mereka anak-anaknya untuk menjaga dan merawatnya, karena sang ayah harus diantar ke kamar mandi, harus disuapi makan, harus dimandikan karena kondisi tersebut. "Setiap kali kami mengeluh dan merasa jenuh merawat Ayah, Ibu selalu menasehati kami agar berbuat yang terbaik kepada orangtua, karena tidak ada lagi gunanya berbuat baik jika orangtua sudah meninggal. Jadi, disaat hidupnyalah berbuat yang terbaik kepada orangtua. Itulah selalu nasehat ibu kepada kami anak-anaknya. Dan nasehat itulah yang selalu terngiang di benak saya sehingga dengan sendirinya tercipta syair lagu Uju di Ngolukkon," ungkapnya.

Setelah lagu ini tercipta, ayah tiga anak ini pun mengajak Putri Silitonga untuk menyanyikannya. Alhasil, lagunya dapat diterima dan akrab bagi masyarakat Sibolga-Tapteng. Ketika Putri rekaman ke Jakarta, Lagu Uju di Ngolukkon yang menjadi sampel dan ternyata meledak di pasaran tahun 2006 lalu hingga saat ini.

Di tengah melejitnya lagu hasil karya Denny ini, ia pun masih menyimpan kesedihan dihatinya. Dimana sang Ibunda br Situmeang yang selalu memberikan nasehat tersebut, tidak sempat melihat dan mendegar kepopuleran lagu tersebut, karena tahun itu juga (2002), Ibunda dipanggil sang pencipta mendahului sang Ayah yang sudah sakit-sakitan. "Setiap saya mendengar lagu tersebut, saya sedih. Di dalam benakku terlintas kenapa Ibu saya tidak sempat mendengarkan lagu ini. Suksesnya lagu ini berkat nasehat orangtua saya, khususnya Ibu saya yang selalu menasehati saya. Bagimu ibu, lagu ini tercipta," sebut Denny, sembari mengusap air matanya.

Royalty Terus Mengalir

Suksesnya lagu hasil karya Denny Siahaan ini tidak membuat dirinya sombong dan di atas angin. Kepribadiannya sehari-hari tetap sama seperti dulu kala, dan itu diakui oleh teman-teman Denny. Kehidupan Denny sehari-harinya sangat sederhana, profesinya yang juga seorang jurnalis dan penyiar di radio RRI Sibolga cukup menghantar Denny untuk dikenal masyarakat luas.

Dengan suksesnya lagu buah tangan Denny, royalty yang ia terimapun terus mengalir. Bebeberapa artis Batak dan Trio turut menyanyikan lagu hasil ciptaanya itu. "Lagu ini sudah banyak dinyanyikan artis Batak, seperti Victor Hutabarat, Trio Santana, Mangaloksa Trio, Trio Century, Andy Trio, dan artis Ambon Edo Kondologit. Setiap mereka membawakan lagu ciptaan saya ini, mereka selalu permisi dan demikian juga royalty-nya turut mengalir. Bagi pencipta lagu yang tinggal di daerah seperti saya ini, sudah jauh lebih cukup royalty yang saya terima," akunya dengan rendah hati.

Segera Launching Lagu Baru

Sepertinya Denny tidak menyianyiakan kesempatan yang datang kepadanya. Di tengah meledaknya lagu Uju di Ngolukkon, Denny sudah selesai menciptakan beberapa lagu yang juga akan dibawakan oleh Putri Silitonga dialbum Putri berikutnya. "Beberapa lagu yang masih bertemakan petuah ditambah dengan lagu percintaan sudah selesai saya ciptakan, dan akan menghiasi album Putri Silitonga. Album tersebut segera di-launching. Jadi, saya belum bisa menyebutkan isi dan judulnya. Untuk itu kepada seluruh pencinta musik Batak di tanah air dan juga di luar negeri agar bersabar, saya berharap ciptaan saya ini bisa diterima oleh masyarakat luas seperti lagu yang pertama, bahkan kalau bisa melebihinya," harap pria betubuh kecil ini.

Diakhir perbincangannya, Denny pun berpesan kepada para pencipta lagu yang berada di daerah agar tidak berkecil hati jika hasil karyanya belum dihargai. Dan tidak perlu harus berangkat ke Jakarta baru bisa menjadi pencipta lagu terkenal, di desa sekalipun bisa terkenal asalkan lagu itu bisa mewakili perasaan orang banyak dan bukan pribadi. "Kalau saya mengenang masa-masa saya baru mencipta lagu, banyak kenangan pahit, karya saya banyak ditolak sama produser. Namun saya tidak menyerah dan patah semangat. Untuk itu, saya mengajak teman-teman pencipta lagu yang ada di daerah agar tetap semangat dan mari berkreasi dengan lagu. Intinya adalah kesabaran, kerendaha hati dan Berserah kepada sang Pencipta," pungkas Denny mengakhiri. (metrosiantar.com)

Rabu, 26 Mei 2010

216 CPNS Formasi 2009 Terima SK

Sebanyak 216 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2009, menerima SK pengangkatan, Rabu (26/5). SK pengangkatan itu langsung diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga Syaiful Bahri Hasibuan SSos atas nama Wali Kota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM, bertempat di aula kantor Wali Kota Sibolga.


Wali Kota Sahat P Panggabean dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Syaiful Bahri menyampaikan, Pemko Sibolga telah melaksanakan seleksi penerimaan CPNS tahun 2009 lalu, untuk memenuhi formasi kebutuhan pegawai. Dia mengatakan, seleksi penerimaan CPNS dilakukan untuk memeroleh tenaga–tenaga muda yang handal, terampil, disiplin dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bidang tugas yang akan dihadapi ketika diangkat menjadi CPNS.


Masih dari sambutan Wali Kota, Syaiful Bahri mengatakan, penyerahan SK CPNS itu merupakan langkah awal dalam melaksanakan tugas kedinasan, sekaligus untuk mengisi kekurangan pegawai pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Namun pengangkatan CPNS bukan sekadar mengisi formasi, tetapi lebih kepada peningkatan kinerja," tegasnya.


Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Sibolga Drs Eddy Johan Lubis melaporkan, jumlah pelamar CPNS di lingkungan Pemko Sibolga formasi 2009 sebanyak 1.347 orang, akan tetapi yang mengikuti ujian sebanyak 1.154 orang. Sementara formasi yang dibutuhkan hanya 250 orang.


Masih dalam laporannya, sesuai pengumuman CPNS, yang berhak dinyatakan lulus hanya 216 orang. Rinciannya, sambung Eddy, Tenaga Kependidikan sebanyak 90 orang, Tenaga Kesehatan 69 orang dan Tenaga Teknis 57 orang. "Sedangkan, 1 orang peserta lulus formasi jabatan guru SMK Bahasa Jepang dengan kualifikasi Pendidikan S-1 mengundurkan diri," ujar Eddy, sembari menambahkan bahwa dari 250 formasi terdapat 34 formasi tidak terisi karena tidak ada pelamar yakni, Tenaga Pendidikan 17 formasi, Tenaga Kesehatan 14 formasi dan Tenaga Teknis 3 formasi. (metrosiantar.com)

Jumat, 30 April 2010

75 Persen Terumbu Karang Rusak

Stop Bom Ikan

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Sibolga Idwan Irvan Tanjung meminta nelayan berhenti mengunakan bom ikan untuk menangkap ikan. Pasalnya, penggunaan bahan peledak dapat merusak ekosistem di laut seperti terumbu karang dan juga merugikan nelayan itu sendiri.

Menurut Idwan, penangkapan ikan dengan menggunakan peledak atau bom ikan adalah cara yang paling gampang untuk mencari ikan. Karena bom ikan, lanjutnya, dapat dengan mudah dibuat oleh banyak orang.

”Bom ikan mudah dibuat dan bisa langsung digunakan untuk mendapatkan ikan dengan cepat. Daya ledaknya akan membuat ikan mati dalam sekejap, bahkan daya dorong gravitasinya dan tekanan di bawah air akan bisa merusak kandung kemih ikan dan bisa membunuh ikan yang cukup jauh dari jangkauan bom ikan ini,” kata Idvan dalam sebuah pertemuan dengan PSDKP dan anggota DPRD Sibolga, Kamis (29/4) di Gedung DPRD Sibolga.

Menurut Irvan, penggunaan bom ikan akan merusak suatu lokasi perairan secara permanen sehingga untuk meremajakan kembali, dibutuhkan puluhan tahun. “Sebagai alat untuk mencari ikan, penggunaan bom ikan jauh lebih banyak kerusakannya daripada manfaatnya,” katanya seraya menegaskan agar pihak keamanan laut melakukan pemeriksaan dan menghentikan dengan tegas kalau menemukan kapal-kapal penangkap ikan menggunakan bom ikan.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) PSDKP Muhakam mengakui bahwa kerusakan terumbu karang di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara sudah mencapai 75 persen. Hal ini diketahui berdasarkan investigasi PSDKP Pusat dan daerah dengan melakukan penyelaman di kawasan perairan Pantai Barat.

“Hasilnya, sekitar 75 persen terumbu karang hancur di kawasan perairan Pantai Barat. Dan kerusakan terumbu karang itu diduga kuat akibat ledakan-ledakan bom ikan yang digunakan oknum-oknum penangkap ikan yang menggunakan bahan peledak,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Sibolga Tonny Lumban Tobing, SE didampingi Pantas M Lumban Tobing, SSos yang juga Sekretaris HNSI Sibolga dan Megawaty Hutagalung mengatakan, kerusakan terumbu karang akibat pemakaian bom ikan harus secepatnya dihentikan. (batakpos-online.com)

Rabu, 14 April 2010

Diduga Tersengat Listrik, Karyawan PT ASSA Tewas Mengenaskan

Diduga tersengat listrik, Hermanto Pasaribu alias Cemang (35) warga Jalan KS Tubun kompleks Perguruan Eka Satria Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah ditemukan tewas dengan kondisi memeluk satu unit gerinda (alat pemotong besi) di lokasi perusahaan ruang pendingan (coldstorage) ikan, Sabtu (10/4) petang sekitar pukul 16.00 WIB.

Kematian korban yang merupakan karyawan PT Agung Samudera Sumatera Abadi (ASSA), itu, belum diketahui secara pasti. Sebab, tak ada seorangpun teman atau rekan sekerja korban yang melihat kejadian naas itu. Namun, diduga kuat korban tewas tersengat aliran listrik saat sedang memotong plat besi menggunakan gerinda potong.

Muba Siregar (40) supir truk PT ASSA kepada wartawan mengatakan, awalnya dirinya mengira korban tertidur, karena lelah seharian bekerja. Namun, setelah memperhatikan korban dengan seksama, ternyata ada kabel putus dan seperti terbakar tepat di samping tubuh korban.

"Melihat hal itu, saya spontan berteriak minta tolong dan memanggil rekan sekerja yang lain. Para karyawan PT ASSA pun kaget dan langsung berlari mendatangi lokasi kejadian. Kemudian mencabut stop kontak gerinda tadi. Setelah membalikkan tubuh korban, ternyata korban sudah tewas dengan kondisi tubuh gosong di bagian lengan, bahu dan kepala korban sambil memeluk gerinda. Selanjutnya, kami menghubungi pihak kepolisian dan ambulan, selanjutnya jasad korban dibawa ke RSU FL Tobing Sibolga," tuturnya.

Di ruang instalasi jenazah RSU FL.Tobing Sibolga, anak laki-laki korban histeris mengetahui Ayahnya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Demikian dengan isteri dan keluarga korban lainnya.

Kapolres Tapteng, AKBP Dicky Patrianegara, SH, SIk melalui Pabungpen, Kompol Muchsin membenarkan adanya seorang karyawan PT ASSA tewas. Korban tewas diduga kuat kesetrum arus listrik saat mengerjakan besi plat dengan menggunakan gerinda. "Namun, kita (Polisi-red) masih memeriksa saksi–saksi untuk mendapatkan kejelasan kasus ini. Dari hasil olah TKP sementara, korban tewas kesetrum listrik," tandasnya. (analisadaily.com)

Minggu, 28 Februari 2010

Gempa mengguncang Tapanuli

Tapanuli kembali diguncang yang terjadi pada tanggal 28-Feb-2010 pada jam 19:13:25 WIB. Gempa juga terasa di sekitar kotamadya Sibolga dan daerah tapanuli tengah. Masyarakat sempat khawatir akan terjadinya gempa susulan dan kemungkinan terjadinya tsunami. Tapi gempa hanya terjadi sebentar dan gempa tersebut diprediksi oleh BMKG tidak berpotensi Tsunami.

Gempa dengan kekuatan 5,2 SR terjadi pada lokasi 2.07 LU - 98.91 BT pada kedalaman 1o km. Pusat gempa berada pada : 9 km BaratLaut TARUTUNG-SUMUT , 33 km BaratDaya BALIGE-SUMUT , 39 km TimurLaut SIBOLGA-SUMUT , 65 km BaratDaya PRAPAT-SUMUT , 1269 km BaratLaut JAKARTA-DKIJAKARTA.


Senin, 15 Februari 2010