Pages

Dongkrak APBD 2013

DPRD Tapteng mengapresiasi kerja keras Bupati dan jajarannya dalam mendongkrak peningkatan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Di mana APBD Tapteng TA 2013 naik sekitar 14,67 persen atau menjadi Rp809,51 miliar. Bahkan, sekitar Rp200 miliar di antaranya untuk pembangunan fisik.

KPU Tapteng Beri Kesempatan 16 Parpol Perbaiki Berkas

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tapanuli Tengah memberikan kesempatan kepada 16 partai politik di daerah itu untuk melengkapi kekurangan berkas persyaratan untuk lolos sebagai peserta pemilu di daerah dari tanggal 27 November-3 Desember 2012.

10 Kelompok Nelayan Dapat Bantuan Rp1 Miliar

Pemko Sibolga melalui Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan (DKKP), mengucurkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar untuk nelayan. Dana dari Program Pengembangan Usaha Minat Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap KKP RI itu diserahkan kepada 10 kelompok nelayan.

Berikan Bingkisan Pada Bayi Kembar

Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Delmeria H Syarfi Hutauruk bersama rombongan memberikan bingkisan kepada orang tua bayi kembar empat pasangan Herman Druhu dan Karianti Laia, rabu (28/11) di RSU Sibolga. “Pemberian bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian Tim Penggerak PKK Kota Sibolga menjelang perayaan Natal TP PKK Sibolga yang akan di gelar,” kata Ketua TP PKK Kota Sibolga Ny Delmeria Syarfi Hutauruk.

Keluarga Curigai Oknum RS Pembunuh Wanda

Setelah terbukti dibunuh, pihak keluarga Wanda alias Sri Rahayu alias Nur Ainun br Panjaitan, angkat bicara terhadap kecurigaan mereka kepada seseorang. Menurut keluarga, oknum RS adalah orang yang layak dicurigai sebagai pelaku pembunuh janda cantik itu.

Rabu, 09 Juni 2010

Nakhoda Kapal Di-warning

Gelombang Laut Capai 3 hingga 5 Meter


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sibolga melalui prakiraan yang diperoleh dari BMKG Maritim Belawan masih memberikan peringatan dini kepada para nakhoda kapal, khususnya kapal penangkap ikan di Pantai Barat Sumatera. Karena diperkirakan di perairan Nias, Mentawai Sumatera Barat, dan sebagian perairan Barat Aceh masih berpeluang gelombang tinggi.


Peringatan dini ini masih berlaku hingga tanggal 10 Juni mendatang. Kalau di perairan Nias dan Mentawai, tinggi gelombang laut mencapai 3 meter, sedangkan di perairan Barat Aceh bisa mencapai 5 meter.


Demikian dikatakan Kepala Stasiun Radio Pantai Navigasi Sibolga, E Sianturi yang ditanyai METRO, Rabu (9/6).


Dijelaskan E Sianturi, kalau secara umum yang dianggap normal dan layak untuk pelayaran kapal penangkap ikan di kawasan Pantai Barat Sumut tinggi gelombang laut di bawah 2 meter.

"Makanya karena kawasan Pantai Barat saat ini belum bisa dinyatakan aman, banyak diantara para pengusaha kapal dari beberapa tangkahan kapal penangkap ikan yang memintai info perkembangan cuaca kepada kita," ujar E Sianturi.


Lanjut Sianturi, walau sebagian kapal penangkap ikan telah berangkat dari beberapa tangkahan yang ada di Sibolga dan Tapteng, namun para nakhoda atau tekong kapal masih meminta info dari para pengurus kapal yang berada di tangkahan ikan masing-masing.


Masih menurut E Sianturi, sesungguhnya tentang wewenang keselamatan dan kelaikan kapal untuk melaut, bukanlah wewenang dari Stasiun Radio Pantai yang dipimpinnya.


Sesungguhnya, kami hanya bertugas menerima informasi tentang cuaca termasuk arah angin dan tinggi gelombang dari BMKG Maritim Belawan. Untuk keselamatan kapal dan juga apakah kapal layak berlayar atau tidak adalah wewenang nakhoda kapal dan instansi yang berwenang untuk itu adalah pihak Administrator Pelabuhan dan Kesyahbandaran Sibolga. Makanya, setiap pagi kami meneruskan tentang informasi cuaca ke pihak Administrator Pelabuhan dan Kesyahbandaran Sibolga. Begitupun, kalau ada dari pengusaha kapal yang memerlukan info tentang cuaca di Pantai Barat ini, kami tetap melayaninya," beber E Sianturi.


Secara terpisah Ilyas, Gamot pada kantor Adpel Sibolga yang ditanyai METRO membenarkan bahwa mereka setiap harinya memperoleh info cuaca dari Stasiun Radio Pantai Sibolga.


"Hanya saja, menurut sepengetahuan saya, tentang layaknya kapal berangkat untuk melaut merupakan wewenang dari nakhoda kapal. Karena nakhoda kapal telah mempunyai pengetahuan tentang prakiraan cuaca yang akan dihadapinya di laut, tentang layaknya kapal melanjutkan pelayaran atau tidak, kalau terjadi sewaktu-waktu badai atau gelombang tinggi, bagaimana tindakan dari nakhoda kapal. Kesemuanya itu merupakan wewenang dari nakhoda kapal. Kita hanya melihat dan mengevaluasi alat perlengkapan dan keselamatan kapal dan kelayakan sarana kapal untuk melaut," kata Ilyas.


Sementara itu, info yang dihimpun METRO dari beberapa tangkahan yang ada, baik di Kota Sibolga dan kawasan Pondokbatu Tapteng, beberapa kapal sudah mulai berangkat melaut.


"Hanya saja, info yang kita dengar dari para tekong kapal bahwa arus gelombang di tengah laut tempat para nelayan untuk menangkap ikan, masih tinggi dan belum layak untuk menangkap ikan. Selain itu juga, sewaktu-waktu pada sore dan malam hari, masih datang tiba-tiba angin Barat dan Baratdaya yang dianggap ganas dan juga arus air di tengah laut yang masih deras, dianggap masih belum layak untuk menangkap ikan," kata beberapa pengurus kapal yang berada di tangkahan ikan disekitaran Jalan Mojopahit Sibolga dan kawasan Pondokbatu, Kecamatan Sarudik Tapteng.


Pantauan METRO, nampak di beberapa tangkahan, sejumlah kapal penangkap ikan, masih bersandar di dermaga. Sementara beberapa ABK nampak masih berbenah-benah memperbaiki peralatan kapal dan pukat ikan yang akan dipergunakan untuk melaut. (metrosiantar.com)

Perairan Pantai Barat Diterpa Badai

Nelayan Seminggu Takut Melaut

Ratusan kapal penangkap ikan di Sibolga-Tapteng selama seminggu terakhir ini tak melaut karena musim badai di perairan Pantai Barat. Mereka takut melaut, karena kuatir akan diterpa badai dan juga karena tak bisa menangkap ikan.

Demikian dikatakan beberapa ABK (Anak Buah Kapal) yang ditanyai METRO di beberapa tangkahan dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sarudik (PPNS), Tapteng, Selasa (8/6).

Menurut R Aritonang (40), salahseorang ABK Pukat Bagan di PPNS Tapteng yang ditanyai METRO mengaku telah seminggu terakhir ini tak melaut. "Umumnya kapal penangkap ikan yang biasa sandar di Tapteng dan Sibolga tak berani melaut, karena seringnya musim badai yang terjadi akhir-akhir ini di kawasan Patai Barat Sumut. Selain kuatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, juga arus air di tengah laut sangat deras. Karenanya, para nelayan mengurungkan niatnya untuk melaut," kata Aritonang yang saat itu didampingi salahseorang staf di PPN Sarudik Tapteng.

Ditambahkan Aritonang, angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini termasuk angin barat yang termasuk ditakuti para nelayan. "Angin Barat ini termasuk yang ditakuti para nelayan. Selain angin ini cukup kencang, terkadang juga bisa mendadak datangnya. Ketika para nelayan yang sedang menangkap ikan, bisa saja diterpa dan dikuatirkan bisa menenggelamkan kapal," ujar Aritonang. Bahkan, lanjut dia, di pantai sekitaran Sibolga dan sekitarnya, juga saat angin Barat datang, sangat terasa yang mengakibatkan sejumlah Kapal yang sandar bisa terombang ambing. Begitu juga dengan sejumlah benda lainnya seperti peralatan parabola banyak yang rusak yang diakibatkan kencangnya angin Barat.

Hanya saja, lanjut Aritonang dalam 2 atau 3 hari ini sebagian kapal penangkap ikan sudah mulai berangkat dari tangkahan. "Walau mereka berangkat, namun mereka juga tak berani jauh-jauh untuk menangkap ikan.Bahkan, kebanyakan diantara kapal yang berangkat menurut info yang kita dengar mereka, masih sekitaran beberapa pulau-pulau terdekat Karena kalau badai mendadak datang, mereka akan bisa segera berlindung yang berdekatan dengan pulau-pulau terdekat," lanjut Aritonang.

Sesungguhnya, ucap Aritonang, kalaupun kapal berangkat, namun harus berani menanggung risiko yang cukup tinggi. "Selain harus mengeluarkan biaya BBM kapal, juga harus mengeluarkan belanja sehari-hari para ABK," ucapnya.

Hal senada dikatakan Udin (30), salahseorang ABK Pukat Cincin yang biasa sandar di salahsatu tangkahan yang ada di kawasan Jalan Mojopahit Kelurahan Aek Manis Sibolga. "Kami selama seminggu terakhir ini memang tak pergi melaut bang, karena musim badai yang sering datang. Nakhoda dan toke kita juga tak berani memberangkatkan kapalnya saat musim badan seperti ini," keluh Udin dengan sedikit memelas. Karena tak berangkat, mereka hanya wajib lapor ke kapal mereka bersandar untuk mengetahui info, perkembangan kapan akan berangkat melaut. (metrosiantar.com)

Selasa, 08 Juni 2010

Lowongan PT Krakatau Engineering


PT. Krakatau Engineering (Dahulu PT Krakatau Engineering. Corporation) didirikan pada tanggal 12 Oktober 1988 sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PT. Krakatau Steel (Persero). Memiliki dan menempati dari 3.300 meter persegi di Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Provinsi Banten. Ini berfungsi sebagai pusat operasional perusahaan, sementara kantor pusat terletak di lantai tujuh Krakatau Steel Building, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 54, Jakarta.


1. HSE ENGINEER
Kualifikasi:
* Sarjana S1 K3.
* Pengalaman di bidang EPC ( min 2 years experience )
* Maksimal 27 Tahun


2. ESTIMATOR ENGINEER
Kualifikasi:
* Pendidikan S1 Teknik Sipil, Mesin atau Elektro
* Pengalaman di bidang EPC ( min 2 years experience )
* Maksimal 30 tahun


3. PROJECT CONTROL
Kualifikasi:
* Sarjana S1 Teknik Sipil atau Teknik Mesin
* Pengalaman di bidang EPC Project Control ( min 2 years experience )
* Maksimal 30 tahun

Syarat umum:
* Menguasai Windows systems dan MS Office
* Menguasai Bahasa Inggris lisan/tulisan
* Bersedia ditempatkan di kantor pusat Cilegon dan ke proyek-proyek PT. KE

Kirim lamaran, CV, foto, ijazah, transkrip, dan sertifikat yang mendukung, serta cantumkan gaji yang diinginkan ke :

sdm@krakataueng.co.id

NB: Setiap lamaran harus mencantumkan Foto terbaru paling lambat 17 Juni 2010

PENERIMAAN SISWA PERWIRA PRAJURIT SUKARELA DINAS PENDEK (PA PSDP) PENERBANG TNI TA. 2010.

1. Dasar:

a. Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/26/X/2007 tanggal 3 Oktober 2007 tentang Petunjuk Administrasi penyediaan Prajurit TNI.

b. Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyediaan Perwira TNI Nomor 03-DIAPA/IV/2010 tanggal 29 April 2010 tentang Penerimaan siswa Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PA PSDP) Penerbang TNI TA. 2010.

2. Sehubungan dasar di atas, dengan ini diumumkan bahwa Komando Daerah Militer Ill/Siliwangi memberikan kesempatan kepada para Pemuda Indonesia untuk mendaftarkan din menjadi calon siswa PA PSDP Penerbjpg TNI TA. 2010 dengan persyaratan sebagai berikut:

a. Persyaratan umum.

1) Warga Negara Republik Indonesia

2) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3) Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Rl tahun 1945.

4) Berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 30 September 2010.

5) Tidak memiliki catatan kriminalrtas yang dikeluarkan secara tertulis dari Polres setempat.

6) Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata.

7) Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,

b. Persyaratan lain.

1) Pria bukan anggota/mantan prajurit TNI/PoIri atau PNS TNI.

2) Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan I PA dengan rata-rata nilai akhir ujian nasional untuk lulusan tahun 2010 ditentukan kemudian setelah pelaksanaan ujian nasional dan untuk lulusan tahun 2006 s.d 2009 tidak kurang dari 6.5 dan tidak ada nilai yang kurarig dari 6.00.

3) Belum pemah kawin dan sang gup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama

4) Tinggi badan tidak kurang dari 165 Cm dan panjang kaki tidak kurang dari 100 Cm, tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik.

5) Bersedia menjalani Ikatan Oinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.

6) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7) Surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali


yaitu : Bapak tiri/Kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali (sesuai surat keputusan Panglima TNI nomor Skep/57/ll/2003 tanggal 24 Februari 2003).

8) Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4X6 cm.

9) Mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi:

a) Postur dan lahiriah

b) Kesehatan calon Prajurti TNI untuk Penerbang

c) Kesemaptaan Jasmani.

d) Psikologi Penerbang

e) Mental Idiologi

f) Administrasi

g) Akademik

h) Test Bakat terbang

c. Persyaratan tambahan.

1) Bagi yang memperoleh ijazah dari Negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemdiknas.

2) Tidak ditato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.

3) Bebas narkoba.

4) Bagi yang sudah bekerja :

a) Melampirkan surat persetujuan/izin dari kepala dinas/jawatan/instansi yang bersangkutan.

b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi PA PSDP Penerbang TNI TA, 2010

5) Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Pendidikan pertama, jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.

3. Waktu dan Tempat Pendaftaran :

a. Waktu. Pendaftaran dibuka tanggal 1 Juni s.d. 30 Juni 2010.

b. Tempat:

1) Maajendam Ill/Siliwangi Jl. Boscha No. 4 Bandung.

2) Makorem 061/Surya Kancana Jl. Merdeka No. 64 Bogor.

3) Makorem 062/Taruma Nagara Jl. Bratayudha No.65 Garut.

4) Makorem 063/Sunan Gunung Jati Jl. Brigjen Darsono No. 1 Cirebon.

5) Makorem 064/Maulana Yusuf Jl. Maulana Yusuf No. 9 Serang.

c. Calon dapat mendaftar di tempat pendaflaran terdekat (Ajendam Ill/Siliwangi atau di masing-masing Korem).

d. Persyaratan. Para caton harus datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan mengisi formulir pendaftaran dan membawa dokumen asli serta menyerahkan fotokopinya masing-masing dua lembar, sebagai berikut:

1) Akte kelahiran/Akte kenal lahir.

2) KTP calon dan KTP orang tua/wali.

3) Kartu keluarga.

4) STTB Ijazah yang dimiliki.

5) Daftar Nilai UAN dari pendidikan terakhir.

6) Surat Keterangan Catalan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat.

7) Surat pemyataan tidak teriibat KKN.

8) Surat pemyataan bebas Narkoba.

9) Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 4 lembar dan selanjutnya terdaftar sebagai calon untuk melengkapi persyaratan menyerahkan pasfoto terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 15 lembar (dengan mencantumkan nama, tanggal, bulan dan tahun kelahiran serta nomor daftar pada foto dibagian dada).

4. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan kepada panftia di tempat-tempat pendaftaran.

5. Para calon TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN.


Info selanjutnya klik disini

Gelombang Tinggi Terpa Pantai Barat

Kapal Tujuan Nias Kembali ke Sibolga

Kapal ferry LCT Niaga Jaya 99 dengan GT 625 terpaksa balik kanan ke Pelabuhan Sibolga. Pasalnya kapal berukuran besar yang membawa puluhan mobil truk ini dihadang badai dan gelombang setinggi dua meter, padahal posisi kapal masih berada di perairan Pulau Mursala.

"Melihat gelombang setinggi dua meter, terpaksa kita harus kembali ke Pelabuhan Sibolga dari pada kita meneruskan perjalanan. Karena masih di perairan Pulau Mursala, ketinggian ombak disertai badai tingginya sekitar 2 meter," ujar Kapten kapal ferry LCT Niaga Jaya 99, W Kamlar, Senin (7/6) di Pelabuhan Sibolga Sambas.

Kapten kapal yang telah puluhan tahun bekerja di kapal ini menuturkan, kapal yang membawa puluhan truk tujuan Pulau Nias ini berangkat dari Pelabuhan Sibolga Sambas pada Minggu malam (6/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Sejak dari Pelabuhan Sibolga Sambas, lanjutnya, perjalanan berjalan lancar sebagai mana biasanya melaju dengan kecepatan 7 mil per jam.

Namun disaat kapal ferry ini memasuki perairan Pulau Mursala, laju kapal terasa sangat lambat dan agak susah melintasi perairan. "Kami melihat, kecepatan kapal sudah menurun dari 7 mil per jam menjadi 2 mil per jam. Padahal itu masih di kawasan perairan Pulau Mursala yang masih berjarak sekitar 10 mil dari Sibolga," ujarnya seraya mengatakan bahwa lewat dari perairan Pulau Mursala ketinggian ombak biasanya lebih tinggi dan lebih berbahaya sehingga mereka memutuskan untuk balik kanan dan kembali ke Pelabuhan Sibolga Sambas.

"Artinya, kalau kami meneruskan perjalanan, itu merupakan perbuatan konyol. Karena kapal seperti ini sekali oleng, yang pasti akan terjungkal dan bisa tenggelam. Dari pada menanggung resiko, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Sibolga," ujarnya.

Terkait dengan kapan jadwal berangkatnya, Kamlar menerangkan, mereka masih menunggu informasi dari pihak terkait tentang kondisi cuaca di lauatan lepas menuju Pulau Nias.

Senada dengan itu, Ketjul, modem 1 kapal jenis jumbo jet (kapal cepat) Surya Gemilang rute Sibolga-Gunung Sitoli Kabupaten Nias terpaksa menunda keberangkatannya akibat tingginya badai di perairan Laut Pantai Barat Sumatera. Padahal sejumlah penumpang yang akan berangkat ke Nias sudah berdatangan ke lokasi Pelabuhan Sibolga Sambas. "Kami terpaksa memulangkan penumpang dari Pelabuhan Sibolga Sambas, karena kapal jumbo jet ini menunda keberangkatan akibat tingginya badai," ujarnya seraya mengatakan bahwa mereka juga masih menunggu informasi dari pihak terkait tentang kondisi cuaca di perairan Pantai Barat Sumatera.

Pantauan METRO, Pelabuhan Sibolga Sambas tampak dipadati kapal, baik itu kapal penumpang maupun kapal jenis pengangkut barang yang akan berangkat menuju Pulau Nias. Kebanyakan kapal tersebut bersandar dan tidak berangkat menuju Pulau Nias diakibatkan ketinggian badai yang menghadang di Laut Pantai Barat Sumatera. (metrosiantar.com)

Cabai Merah Tembus Rp35 Ribu per Kg

Kendati harga sejumlah sayur mayur stabil dalam sepekan terakhir ini, namun harga cabai merah di Kota Sibolga justru kian pedas karena mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti halnya cabai merah menjadi Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp17.000 per kilogram.


Informasi dihimpun METRO, Senin (7/6) di pusat Pasar Sibolga Nauli Sibolga, kenaikan harga ini diakibatkan karena pengaruh cuaca tidak menentu, sementara jumlah permintaan terus mengalami peningkatan. Untuk menyiasati kerugian akibat kondisi harga yang tidak stabil tersebut, beberapa pedagang besar di Pasar Sibolga Nauli dan pasar tradisional lainnya terpaksa mengurangi stok barang.


Kenaikan harga cabai terjadi pada semua jenis mulai cabai rawit, cabai merah giling, cabai merah bulat hingga cabai hijau. Pada umumnya, harga dari semua jenis cabai ini mengalami kenaikan 60 hingga 100 persen lebih, dari harga sebelumnya.


Misalnya, harga cabai rawit yang dulu Rp9.000 per kilogram hingga Rp11.000 per kilogramnya, sekarang mencapai Rp20.000 per kilogram hingga kemungkinan diperkirakan dapat mencapai Rp25.000 per kilogramnya. Begitu juga halnya harga cabai merah bulat yang sebelumnya Rp17.000 per kilogram sekarang menjadi Rp35.000 per kilogram, bahkan diperkirakan menembus Rp40.000 per kilogramnya.


"Kenaikan harga cabai ini sudah mulai terjadi sejak, Jumat, (4/6) pekan lalu dan harga cabai terus meroket, bahkan diprediksi akan naik lagi hingga mencapai Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Soalnya, sesusai informasi yang kita peroleh, bahwa modal pembelian cabai merah di Berastagi pada hari ini sudah mencapai Rp30.000-Rp31.000 lebih per kilogram," ungkap Tanir Panggabean, salah seorang pedagang sayur mayur di pasar Sibolga Nauli.


Dikatakan, kenaikan harga cabai itu dipicu karena musim kemarau yang berakibat rusaknya tanaman cabai dan kurangnya pertumbuhan cabai. Sementara pasokan sejumlah kebutuhan bahan pokok yang dijualnya berasal dari berbagai daerah seperti Tarutung, Berastagi, Bukit Tinggi, dan Padang Sumatera Barat.


"Selain harga cabai bulat merah dan cabai rawit yang melambung tinggi, juga disusul dengan kenaikan sayur kol dari Rp2.500 per kilogram menjadi Rp4.500 per kilogram dan wortel dari Rp3.500 per kilogram menjadi Rp7.000 per kilogram. Sementara harga rempah-rempah lainnya sampai saat ini masih stabil," tandas pria yang mengaku sudah 8 tahun menggeluti usaha berdagang cabai itu.


Di tempat terpisah, Risma Lumbantoruan (31), salah seorang pengirim cabai ke Pulau Nias membenarkan kenaikan harga cabai, bahkan dia mengaku sangat kewalahan untuk mendapatkan cabai di Kota Sibolga. Pasalnya, selain harga melambung tinggi, cabai sangat sedikit dijual di pasar Sibolga.


"Seminggu lalu, kami masih membelinya cabai bulat dengan harga Rp17.000 per kilogram, namun pada hari ini sudah naik menjadi Rp35.000 per kilogram. Itu pun kalau stok cabai masih ada ngak masalah, tetapi cabai di Kota Sibolga sangat sedikit sehingga kita sangat kewalahan mendapatkan cabai untuk dikirim ke Pulau Nias," tandasnya. (metrosiantar.com)

Zona Nelayan Tradisional Dikuasai Pukat Harimau

Zona nelayan tradisional Sibolga–Tapanuli Tengah (Tapteng), selama ini dikuasai Kapal Pukat Harimau atau Kapal Trawl. Seluruh potensi laut yang selama ini jadi garapan nelayan tradisional dirampas habis.


Kesal karena zona mereka terusik, sejumlah nelayan tradisional yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Tolong Menolong (KNTM) Sibolga-Tapanuli Tengah, mendatangi kantor Bupati Tepanuli Tengah, kemarin (7/6). Di sana, mereka berorasi untuk menyampaikan aspirasinya.


Ketua KNTM Sibolga-Tateng se-Pantai Barat Sumatera Utara Nirwan Kamal, dalam orasinya menyampaikan, mereka kesal karena ulang Pukat Harimau mereka kehilangan rumpun atau rabu dan rangsang.


Bahkan bubu atau luka kata Nirwan, yang dibangun sedikitnya di 1.500 titik, menghilang pasca kehadiran Pukat Harimau, dalam kurun waktu 2 bulan.


"Kami meminta ketegasan Bupati Tapanuli Tengah, Menteri Kelautan dan Dirjen DKP Pusat, Lantamal II Padang, DKP Tapteng, Pangkalan Angkatan Laut Sibolga dan instansi terkait lainnya, memperketat pengawasan di Zona nelayan tradisional. Kalau bisa segera dilakukan razia besar-besaran, sebab hingga kini Pukat Harimau masih beroperasi di zona nelayan kecil," ungkap Nirwan.


Sebab menurut Nirwan, Pukat Harimau atau Trawl seharusnya beroperasi di jalur Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) atau zona 200 mil dari garis dasar pantai. "Jadi, bukan berlayar dan melakukan penangkapan di zona nelayan tradisional. Aktivitas pukat itu mengakibatkan rusaknya rumpun/rabo, bubu/luka serta rangsang yang kami bangun untuk pengembangbiakan ikan di sana," ujar Nirwan lagi.


Masih dalam orasi itu, KNTM mendesak instansi terkait menyelidiki permainan antara pengusaha kapal dengan DKP, Adpel dan instansi terkait lainnya yang diindikasikan menyulap Gross Ton (GT) kapal, baik di Sibolga maupun Tapteng. "Kami melihat ada kapal yang seharusnya memiliki GT 200 diubah menjadi GT 90, 80 bahkan sampai GT 17 dan jumlahnya mencapai ratusan unit sesuai dengan data yang kami dapat," beber Nirwan, seraya mengatakan mereka juga menemukan adanya kapal yang memiliki GT 17 memakai mesin Nissan RF 10,500 PK (tenaga kuda). "Sementara kapal yang bermesin 500 PK adalah ber-GT 80 keatas. Sehingga terlihat ada keanehan dalam hal ini, kami berharap agar pihak berwajib menyelidikinya," pinta Nirwan.


Dalam orasi itu Nirwan juga mengatakan bahwa penyulapan GT Kapal tersebut dilakukan untuk mempermudah keluarnya izin dari tingkat I Sumut dan juga agar kapal dapat berlayar dan menangkap ikan di jalur nelayan tradisional yang tentunya sangat merugikan negara secara khusus nelayan tradisional. "Sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan tidak dibenarkan kapal-kapal yang melanggar jalur yang sudah ditentukan bisa sewenang-wenang beroperasi terlebih menggunakan penangkapan dengan menggunakan bahan peledak," terang Nirwan, seraya berharap agar Bupati Tapanuli Tengah memperhatikan nasib nelayan tradisional yang semakin menderita akibat beroperasinya pukat trawl di jalur nelayan tradisional. (metrosiantar.com)