Pages

Rabu, 17 Februari 2010

Listrik Padam, Warga Demo, PLN Mohon Maaf

Ratusan warga Barus sekitarnya mendatangi kantor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Barus, Senin (15/2) dan Selasa (16/2) sekitar pukul 19.00 WIB. Aksi warga tersebut dipicu seringnya pemadaman listrik, bahkan hingga beberapa kali dalam sehari.

Untuk Senin pagi saja, listrik padam hingga 3 jam. Selanjutnya di sore hari, listrik kembali lagi padam sekitar 2 jam. Tak cukup, malamnya listrik kembali padam.

Alhasil, tanpa komando ratusan warga mendatangi kantor PLN Ranting Barus. Awalnya warga yang datang hanya sekitar puluhan. Namun karena warga berteriak-teriak, jumlah warga pun terus bertambah dari beberapa desa/kelurahan.

Bahkan ada warga menarik satu unit mesin genset yang stand by keluar kantor. Dan sebagian warga lainnya nyaris merobohkan pagar kantor. Untungnya puluhan aparat Polsek Barus langsung turun untuk mengamankan aksi.

Sekitar 10 kemudian, Manajer PLN Ranting Barus, Sabar Rumapea terlihat menelepon. Tak lama, listrik menyala, dan warga meninggalkan kantor PLN.

Sebelumnya, orator aksi Rawasul Hasugian mengatakan, PLN telah semena-mena memadamkan listrik setiap saat dengan alasan defisit dan ada gangguan.

"Kalau defisit, pemadaman cu kup sekali sehari, dan maksimal 4 jam. Tapi di Barus, bisa sampai 3 kali sehari," tukasnya.

Di tempat terpisah, Manajer PLN Ranting Barus, Sabar Rumapea kepada METRO menjelaskan, kedatangan warga adalah hal wajar akibat kekecewaan mereka kepada PLN karena seringnya pemadaman listrik. Hanya saja, lanjutnya, pemadaman listrik bukan karena kelalaian pihaknya. Namun karena adanya defisit daya sebesar 84 megawatt (MW), sehingga PLN terpaksa memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir.

"Kita sangat maklum atas kedatangan warga. Apalagi saat umat Islam sedang melaksanakan salat Magrib, tiba-tiba listrik padam. Jadi wajar mereka datang ke kantor PLN untuk mempertanyakan kenapa terjadi pemadaman. Kami pun saat itu tidak mengira akan terjadi lagi pemadaman, karena pagi hari sudah terjadi pemadaman," katanya.

Mohon Maaf
Manajemen PT PLN (Persero) Cabang Sibolga memohon maaf atas seringnya pemadaman listrik. Pihak manajemen juga diharapkan menggunakan listrik seperlunya.

Demikian dinyatakan Manajer Cabang PLN Sibolga Kriscah yono yang ditemui METRO di ruang kerjanya, Selasa (16/2).

Kriscahyono didampingi Sekretaris Indra Ritonga menerangkan, saat ini pasokan listrik dari seluruh pembangkit listrik di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh masih seadanya, bahkan terkadang defisit. "Jadi kalau ada gangguan di salah satu pembangkit, akan sangat berpengaruh terhadap pemadaman listrik. Seperti yang terjadi tiga hari lalu, pemadaman listrik terjadi hampir seharian. Itu karena ada pembangkit listrik di Belawan yang mengalami gangguan. Kebetulan pembangkit listrik yang ada di Belawan termasuk yang kapasitas pasokannya termasuk banyak," kata Kriscahyono.

Diakui Kriscahyono, meski telah ada beberapa pembangkit listrik di Tapanuli Tengah (Tapteng), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipan Sihaporas, dan PLTA Aek Raisan, namun produksinya masih dikumpulkan di Sicanang, Belawan.

"Semua produksi pembangkit listrik yang ada di Sumut dan Aceh masih dikumpul di Belawan. Lalu selanjutnya didistribusikan ke wilayah Sumut dan Aceh, termasuk ke wilayah kerja PLN Sibolga," kata Kriscahyono.

Masih menurut Kriscahyono, sebenarnya untuk wilayah Sumut dan Aceh, pasokan listrik walau dalam suasana beban puncak, masih bisa dipenuhi untuk kepentingan para pelanggan.

"Hanya saja, ketika ada salah satu pembangkit listrik yang mengalami gangguan, tentunya dapat memengaruhi pemadaman listrik," ujarnya.

Untuk itu, Kriscahyono memohon pemahaman dari pelanggan atas terjadinya pemadaman listrik.

"Kita juga berharap para pelanggan, baik instansi pemerintah maupun swasta agar dapat menggunakan listrik seperlunya. Dengan adanya kesadaran tentang kondisi listrik saat ini dan adanya kesadaran serta pemahaman dari pelanggan untuk penggunaan listrik hemat dan seperlunya, kemungkinan giliran pemadaman masih bisa dihindari," ujar Krsicahyono. (metrosiantar.com)

0 komentar:

Poskan Komentar